Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
7 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
8 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
11 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Olympic

Aktivitas Vulkanik Semeru Meningkat, Warga Lumajang dan Malang Diminta Waspada

Aktivitas Vulkanik Semeru Meningkat, Warga Lumajang dan Malang Diminta Waspada
Ilustrasi/AI
Minggu, 13 September 2026 13:51 WIB

JAKARTA - Warga di sekitar kawasan Gunung Semeru dikejutkan oleh letusan yang terjadi pada Minggu (13/9/2026) pukul 06.20 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan erupsi tersebut melontarkan kolom abu pekat ke udara.

Berdasarkan pengamatan visual, tinggi kolom abu vulkanik diperkirakan mencapai 900 meter dari kawah puncak, atau setara dengan ketinggian 4.576 meter di atas permukaan laut. Abu yang keluar didominasi warna putih hingga kelabu tebal dan bergerak condong ke wilayah utara serta timur laut.

Aktivitas letusan ini tercatat dengan jelas oleh jaringan seismograf. PVMBG merinci bahwa getaran erupsi memiliki amplitudo maksimum sebesar 23 milimeter dengan durasi letusan memakan waktu 2 menit 25 detik.

Pantauan Udara BMKG

Sisa material vulkanik yang terlontar ke udara juga masuk dalam radar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Lewat tangkapan citra RGB satelit Himawari-9 pada pukul 10.00 WIB, terlihat jelas rute pergerakan abu vulkanik tersebut.

Data BMKG memperlihatkan debu letusan Semeru membumbung mencapai ketinggian 15.000 kaki, atau sekitar 4,5 kilometer. Awan abu ini melayang ke arah utara dan mulai memasuki langit di atas sebagian kecil wilayah Kabupaten Malang serta Kabupaten Lumajang.

Tetap di Level Siaga

Meski erupsi telah berlangsung, PVMBG memastikan tingkat aktivitas Gunung Semeru tidak mengalami perubahan dan tetap dipertahankan pada Level III alias Siaga.

Petugas di pos pengamatan terus memantau fluktuasi aktivitas magma di dalam perut gunung. Otoritas kebencanaan meminta masyarakat untuk tidak menembus batas radius bahaya dan selalu merujuk pada arahan resmi terkait langkah mitigasi di lapangan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:okezone.com
Kategori:Olympic
wwwwww