Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
13 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Voli

Tegas Tolak Didikte Kekuatan Asing, Prabowo Bawa Pesan Kemandirian di KTT BRICS

Tegas Tolak Didikte Kekuatan Asing, Prabowo Bawa Pesan Kemandirian di KTT BRICS
Presiden Prabowo Subianto di KTT BRICS 2026 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Liputan6.com/ Dok Sekretariat Kabinet)
Minggu, 13 September 2026 12:39 WIB

JAKARTA - Ketegasan sikap Indonesia di panggung global kembali disuarakan demi menghindari intervensi pihak luar. Di hadapan para pemimpin negara-negara berkembang, sikap kemandirian dan penolakan terhadap tekanan eksternal menjadi sorotan utama agar kedaulatan bangsa tetap terjaga.

Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pemenuhan ketahanan pangan adalah kunci utama bagi sebuah negara untuk dapat menentukan arah kebijakannya sendiri.

"Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan," tegasnya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Sabtu (12/9/2026).

Kolaborasi Lintas Batas Negara Berkembang

Prabowo memandang bahwa fondasi negara yang kokoh akan bermuara pada kemampuan kelompok BRICS untuk memperluas kerja sama strategis. Sinergi ini dinilai berdampak langsung terhadap ketahanan masing-masing negara anggota.

Salah satu sektor krusial yang ditawarkan Indonesia dalam forum tersebut adalah penguatan infrastruktur kelistrikan dan bahan bakar.

"Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan," urainya.

Kesejahteraan Rakyat Sebagai Fondasi Utama

Melalui forum BRICS, Indonesia mendorong langkah konkret yang menyentuh urat nadi kehidupan masyarakat, mencakup sektor pangan, energi, pendidikan, hingga perputaran ekonomi.

Menurutnya, kedaulatan murni tidak sekadar bertumpu pada kekuatan militer atau diplomasi, melainkan kesejahteraan rakyat di akar rumput.

"Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita—lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera. Begitulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri," papar Prabowo.

Konferensi tingkat tinggi yang berlangsung di New Delhi ini dijadwalkan berjalan pada 12–13 September 2026. Pertemuan ini mengusung tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability, yang merepresentasikan komitmen anggota untuk menggenjot inovasi, ketahanan, dan pembangunan berkelanjutan.

Sederet pemimpin dunia terpantau hadir langsung dalam agenda tersebut, meliputi Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, serta Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Voli, Basket, DKI Jakarta
wwwwww