Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Rampung 2027, Simpang Volvo Bakal Ditutup
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist). |
Senin, 14 September 2026 17:18 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pembangunan jalan sejajar rel sepanjang 1,7 kilometer di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, rampung pada 2027.
Jalan baru ini sekaligus akan menjadi akses pengganti bagi pengguna jalan setelah perlintasan sebidang Simpang Volvo ditutup secara permanen.
Target tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat melakukan site visit di Jalan Pagu Jaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).
Pram mengatakan, pembangunan jalan tembus tersebut merupakan rencana lama yang telah digagas sejak era Gubernur DKI Jakarta ke-13 Fauzi Bowo. Kajian proyek itu telah dilakukan pada 2013-2014, tetapi proses pembebasan lahan yang berjalan bertahap sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.
"Hari ini saya melakukan pengecekan kembali jalan yang sebenarnya sudah direncanakan sejak zaman Gubernur DKI ke-13 Fauzi Bowo, tetapi sampai hari ini belum terselesaikan," kata Pram.
Saat ini, Pemprov DKI melalui Dinas Bina Marga kembali melanjutkan proses pembangunan akses jalan sejajar rel tersebut. Pram menyebut proses pembebasan lahan telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan seluruhnya dapat diselesaikan pada 2026.
"Alhamdulillah pembebasan lahan sekarang sudah 70 persen. Masih ada 30 persen dan tentunya dengan kehadiran Bapak Kakanwil, kami mengharapkan penyelesaian ini bisa dilakukan di tahun 2026, sehingga jalan ini akan bisa diselesaikan di tahun 2027," ujarnya.
Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 493 Tahun 2024 dan Peta Bidang BPN Nomor 2167/2025, pembangunan jalan membutuhkan 118 bidang tanah dengan luas sekitar 13.890 meter persegi.
Dari kebutuhan tersebut, sebanyak 65 bidang telah dibebaskan, terdiri atas 59 bidang pada 2025 dan enam bidang pada 2026. Selain itu, terdapat delapan bidang yang masih dalam proses alih status aset. Dengan demikian, lahan yang telah tersedia mencapai 9.744 meter persegi atau sekitar 70 persen dari kebutuhan.
"Masih ada 45 bidang milik warga yang dalam proses penyelesaian. Sebanyak 26 bidang sedang dalam tahap pengecekan dan verifikasi dokumen di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan. Sementara 18 bidang masih dalam proses pengumpulan dan pelengkapan dokumen oleh warga," ungkap Pram.
Jalan baru tersebut nantinya memiliki lebar sekitar 18-23 meter dan menghubungkan Jalan Rawajati Timur, Jalan Kemuning Raya hingga Jalan Tanjung Barat Raya di sisi selatan Markas BIN. Pemprov DKI berharap akses baru itu dapat memperbaiki konektivitas sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Pasar Minggu dan sekitarnya.
Selain membuka akses baru, pembangunan jalan tersebut juga menjadi bagian dari penataan perlintasan sebidang antara jalan dan rel kereta api. Pemprov DKI berencana menutup secara permanen perlintasan sebidang Simpang Volvo setelah jalan baru selesai dibangun.
Pram menuturkan, penutupan perlintasan sebidang tersebut diperlukan untuk mengurangi potensi kecelakaan yang melibatkan kendaraan dengan kereta api.
"Perlintasan sebidang di Jakarta antara jalan dengan rel kereta api, tentunya memang sesuai undang-undang itu harus ditingkatkan menjadi tidak sebidang," tutur Pram.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta ,Heru Suwondo menjelaskan, penataan perlintasan sebidang dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan hierarki masing-masing ruas jalan. Menurut dia, tidak semua perlintasan dapat dibangun menjadi simpang tidak sebidang karena harus menyesuaikan ukuran dan fungsi jalan.
"Kalau perlintasannya cukup kecil, kami tentunya sulit untuk melaksanakan simpang tak sebidang. Yang kami bangun adalah perlintasan sebidang antara jalan dengan rel kereta api, itu yang jalannya cukup menjadi jalur utama," jelas Heru.
Khusus Simpang Volvo, Heru memastikan perlintasan tersebut akan ditutup setelah jalan sejajar rel selesai dibangun. Seluruh pergerakan warga yang sebelumnya menggunakan Simpang Volvo nantinya dialihkan ke jalan baru tersebut.
"Setelah ini jalan jadi, Simpang Volvo itu akan ditutup. Jadi tidak ada lagi perlintasan sebidang antara jalan dan kereta api, dan tentunya menghindari juga kecelakaan," pungkas Heru. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













