Ratusan Nyawa Jadi Taruhan, DPR RI Desak Kemenhub Audit Kapal Tua Modifikasi
![]() |
JAKARTA - Ratusan nyawa saat ini masih dalam proses pencarian dan evakuasi usai insiden hilangnya kontak dan terbaliknya KM Virgo Transport 8 akibat hantaman ombak di perairan Laut Jawa. Kapal yang membawa 243 orang tersebut tenggelam saat menempuh rute pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Sudjatmiko menyatakan bahwa peristiwa ini harus memicu evaluasi total terhadap sistem keselamatan transportasi laut nasional oleh Kemenhub. Langkah utama yang harus diambil adalah mengaudit kelayakan armada berusia tua yang beroperasi berbekal proses modifikasi atau peremajaan.
"Jangan sampai kapal yang sudah tua kemudian dimodifikasi atau diremajakan, lalu dianggap sudah seperti kapal baru. Yang harus dipastikan adalah kelayakan teknis dan keselamatannya secara menyeluruh," tegasnya, Senin (14/9/2026).
Pemeriksaan kapal tidak boleh sekadar berpatokan pada kelengkapan dokumen administrasi dan sertifikat. Sudjatmiko mendesak pemerintah turun langsung mengecek kondisi fisik yang meliputi badan kapal, mesin, perlengkapan keselamatan, stabilitas, kapasitas angkut, kemampuan awak, hingga sistem pemeliharaan. Terlebih lagi, perubahan konstruksi maupun fungsi sebuah armada sangat memengaruhi kemampuan manuver serta distribusi beban di lautan.
"Ini yang harus kita pastikan. Kalau kapal mengalami perubahan atau modifikasi, harus ada pemeriksaan teknis yang benar-benar memastikan kapal tersebut tetap aman untuk beroperasi," urainya.
Selain fisik armada, ia mendorong adanya audit terhadap sistem internal perusahaan pelayaran. Hal ini mencakup manajemen keselamatan, penerapan pemeliharaan, kesiapan operasional sebelum keberangkatan, serta kompetensi para awak kapal, baik untuk armada penumpang maupun kargo. Ia menilai, pemerintah membutuhkan basis data (database) yang merangkum usia kapal, riwayat perawatan, pemilik, operator, modifikasi, hingga rekam jejak kecelakaan agar pengawasan dapat berjalan berdasarkan tingkat risiko.
Menyangkut penegakan aturan, sanksi tegas berupa penghentian operasional sementara hingga pencabutan dokumen izin harus dijatuhkan kepada perusahaan yang melanggar ketentuan keselamatan. "Keselamatan manusia tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan bisnis," tandasnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan agar Kemenhub memastikan ketersediaan pelampung, sekoci, alat pemadam api ringan (portable) dan permanen, serta alat pendeteksi rembesan air berfungsi dengan baik secara teknis. Baginya, laut adalah penopang konektivitas negara kepulauan, sehingga kelayakan transportasi tidak bisa dinegosiasikan.
"Yang paling utama sekarang adalah memastikan proses pencarian, pertolongan dan evakuasi korban dilakukan secara maksimal. Setelah itu, investigasi harus dilakukan secara menyeluruh dan transparan," pungkasnya.
Sebagai informasi, KM Virgo Transport 8 adalah armada jenis roll-on/roll-off (Ro-Ro) buatan Jepang tahun 1987. Kapal dengan gross tonnage 4.277 ton, panjang 119 meter, dan lebar 23 meter ini dirakit oleh Shin Kurushima Onishi Shipyard di Imabari. Armada ini dipindahkan ke Indonesia pada awal 2026 dan baru memulai operasional melayani rute Surabaya-Banjarmasin pada Juli 2026, sebelum akhirnya dilaporkan terbalik pada 13 September 2026.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | okezone.com |
| Kategori | : | Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta |













