Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
6 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Voli

Tinggalkan Status Importir Beras dan Jagung, Indonesia Siap Pasok Kebutuhan Dunia

Tinggalkan Status Importir Beras dan Jagung, Indonesia Siap Pasok Kebutuhan Dunia
Presiden Prabowo Subianto menghadiri hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS 2026 di India, Minggu (12/9/2026). (Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Senin, 14 September 2026 12:28 WIB

NEW DELHI - Status Indonesia yang selama bertahun-tahun melekat sebagai importir utama komoditas pangan dunia kini telah berubah total menjadi pengekspor beras hingga jagung, sebuah transformasi ekonomi yang dibeberkan Presiden Prabowo Subianto dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026). Perubahan status ini diangkat sebagai model keberhasilan pembangunan kapasitas nasional.

Di hadapan para pemimpin negara anggota BRICS, Prabowo menyoroti bagaimana kemampuan produksi dalam negeri yang terus ditingkatkan mampu membalikkan tren ketergantungan impor pangan nasional secara signifikan.

"Selama bertahun-tahun, Indonesia merupakan importir terbesar biji-bijian, beras, dan jagung. Kini, kita telah menjadi eksportir dan akan mampu meningkatkan dukungan untuk seluruh dunia," terangnya.

Merajut Peluang Investasi dari Tantangan Global

Dalam pertemuan yang mengusung tema 'Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth', Prabowo memaparkan bahwa kerumitan tantangan global dewasa ini membuka ruang kerja sama ekonomi yang lebih lebar. Sinergi antarnegara dinilai mampu mengkonversi tantangan tersebut menjadi ceruk investasi baru.

Prabowo menekankan bahwa penciptaan lapangan kerja dan penguatan basis industri harus menjadi muara dari setiap kebijakan yang diambil secara kolektif oleh anggota BRICS.

"Bersama-sama kita dapat mengubah tantangan-tantangan yang saling terkait ini menjadi peluang untuk investasi yang lebih besar, industri yang lebih kuat, dan lebih banyak lapangan kerja serta peluang yang lebih baik bagi rakyat kita. Pertumbuhan yang menjangkau jutaan rakyat kita akan membuat bangsa kita lebih tangguh," urainya.

Kolaborasi Produksi dan Industrialisasi

Pembangunan ekonomi yang inklusif merupakan fondasi utama dari ketangguhan suatu bangsa. Prabowo memandang bahwa kolaborasi erat yang diinjeksi dengan inovasi teknologi akan mengubah situasi kelangkaan komoditas menjadi melimpahnya kapasitas produksi.

"Hal itu hanya dapat dicapai ketika pembangunan bersifat inklusif dan, jika dipadukan dengan inovasi, kekuatan kolektif kita dapat menjadi kekuatan yang dahsyat, mengubah kelangkaan menjadi kapasitas," jelasnya.

Lebih jauh, anggota BRICS dilihat sebagai blok ekonomi yang memiliki aset sumber daya serta kapasitas produksi yang melimpah dan saling melengkapi satu sama lain. Kekuatan ini menempatkan BRICS sebagai salah satu motor penggerak rantai pasok dunia.

"BRICS sudah menjadi rantai pasokan. Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya sehingga kekuatan yang ada ini dapat menjadi sumber nilai yang lebih besar bagi kita semua," sebutnya.

Untuk mengeksekusi visi tersebut, Prabowo mengajukan tawaran kolaborasi spesifik di bidang pengolahan sumber daya kepada para petinggi BRICS.

"Oleh karena itu, izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama dan mari kita optimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama," tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Voli, Basket, DKI Jakarta
wwwwww