Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
13 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
13 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
13 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
18 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Hadapi Madura United FC, PSIM Putuskan Latihan di Surabaya

Hadapi Madura United FC, PSIM Putuskan Latihan di Surabaya
PSIM Yogyakarta saat menghadapi Persebaya Surabaya. (Ileague.id)
Selasa, 15 September 2026 20:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SURABAYA - PSIM Yogyakarta memilih menetap di Surabaya, Jawa Timur usai laga pekan kedua Super League 2026/2027 melawan Persebaya pada Minggu (13/9/2026) lalu. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan laga selanjutnya yakni tandang melawan Madura United FC yang akan berlangsung pada Jumat (18/9/2029) mendatang

Manajer PSIM Yogyakarta, Iksan Mahar bertekad memastikan fisik pemain dalam kondisi bugar demi menjaga performa tim. Ia juga menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan antara manajemen dan tim pelatih.

“Manajemen dan tim pelatih telah sepakat untuk menetap di Surabaya demi mencegah kelelahan pemain akibat perjalanan. Setelah menjalani pertandingan yang ketat melawan Persebaya, para pemain sangat membutuhkan waktu istirahat yang cukup,” ujarnya.

Iksan menegaskan bahwa tim menghindari perjalanan panjang dalam waktu singkat yang berisiko mengganggu kondisi fisik pemain pasca menuntaskan pertandingan berat di Surabaya.

Selain risiko kebugaran, efisiensi perjalanan juga menjadi fokus utama. Akses dari Surabaya menuju Pamekasan yang cukup dekat dinilai lebih praktis dibandingkan menempuh perjalanan kembali ke Yogyakarta terlebih dahulu. Dengan menetap di Surabaya, tim juga memiliki waktu lebih panjang dalam mempersiapkan laga selanjutnya.

“Jika tim dipaksakan kembali ke Yogyakarta terlebih dahulu, beban fisik akan bertambah dan berisiko menurunkan performa,” tegasnya.

Iksan menambahkan, selama menetap di Surabaya, tim pelatih ingin memaksimalkan waktu untuk mengoptimalkan tiga hal utama, yakni recovery, gizi dan nutrisi pemakn, serta taktik permainan.

“Sisa waktu ini kami optimalkan sepenuhnya untuk pemulihan fisik (recovery), pengawasan asupan gizi, dan pematangan taktik,” tambahnya.

Seluruh langkah ini diambil manajemen dan tim pelatih untuk satu tujuan utama, memastikan kesiapan seluruh tim saat bertamu ke Pamekasan. “Kami ingin memastikan skuad dalam kondisi bugar 100 persen dan siap bertanding pada Jumat mendatang untuk meraih poin maksimal,” tutup Iksan.

Dengan persiapan matang selama masa transit di Surabaya, PSIM berupaya memberikan performa maksimal saat menghadapi Madura United yang sedang berada dalam tren positif usai meraih dua kemenangan dalam dua laga pembuka musim ini. ***

wwwwww