Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Nasional

12 Bekantan Mati Terbakar, Usman Husin Desak Kemenhut Percepat Pemadaman Karhutla

12 Bekantan Mati Terbakar, Usman Husin Desak Kemenhut Percepat Pemadaman Karhutla
Bekantan. (Ilustrasi/bekantan.org)
Jum'at, 18 September 2026 15:41 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menimbulkan dampak serius terhadap satwa liar. Sebanyak 12 ekor bekantan ditemukan mati akibat kebakaran yang terjadi di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Menanggapi peristiwa tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, meminta Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meningkatkan kecepatan dan efektivitas penanganan karhutla sejak api mulai terdeteksi.

Menurut Usman, pemadaman harus dilakukan sedini mungkin agar kebakaran tidak meluas dan mengancam habitat serta kehidupan satwa yang dilindungi.

“Seharusnya sejak awal kebakaran terjadi, pemerintah melalui instansi terkait sudah melakukan pemadaman secara cepat dan maksimal. Jangan sampai api meluas dan kemudian mengancam habitat satwa serta keselamatan masyarakat,” ujar Usman.

Berdasarkan laporan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, tim menemukan 12 individu bekantan yang mati akibat kebakaran lahan di Desa Balimau. Selain itu, ditemukan pula satu ekor ular piton dan satu ekor king kobra yang turut menjadi korban kebakaran.

Usman menilai kejadian tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan persoalan kebakaran lahan, tetapi juga menyangkut perlindungan ekosistem dan satwa liar.

Ia juga mendorong adanya langkah antisipasi dan evakuasi terhadap satwa dilindungi yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak kebakaran.

“Satwa-satwa yang berada di lokasi rawan kebakaran harus menjadi perhatian. Jika kondisi memungkinkan, perlu dilakukan penyelamatan atau evakuasi agar korban tidak terus bertambah,” katanya, Jumat (18/9/2026).

Usman meminta Kemenhut bersama pemerintah daerah, BKSDA, pemadam kebakaran dan instansi terkait memperkuat koordinasi di lapangan. Pemantauan titik api juga dinilai perlu dilakukan secara intensif agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.

Sementara itu, BKSDA Kalsel menyebut kawasan yang terbakar di Desa Balimau merupakan areal penggunaan lain (APL), terdiri atas tanah desa dan tanah milik masyarakat. Kawasan tersebut merupakan bagian dari wilayah jelajah bekantan. Menurut keterangan kepala desa setempat, terdapat sekitar 60 bekantan di kawasan tersebut, meski jumlah populasi itu masih perlu diverifikasi melalui pemantauan BKSDA.

BKSDA Kalsel menyatakan akan memantau keberadaan satwa yang masih berada di lokasi. Jika ditemukan satwa yang sakit atau membutuhkan pertolongan, akan dilakukan evakuasi. BKSDA juga akan mengkaji kelayakan habitat dan kemungkinan translokasi apabila diperlukan.

Usman kembali mendesak pemerintah untuk memastikan seluruh titik api di wilayah terdampak dapat dipadamkan secara menyeluruh.

“Karhutla harus segera dipadamkan secara total. Jangan sampai kebakaran terus berlangsung dan asap semakin membahayakan masyarakat maupun satwa liar. Perlindungan terhadap ekosistem harus menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla,” tegasnya. ***

wwwwww