Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Fokos Kepentingan Atlet, CdM Todotua Optimistis Seluruh Persoalan Terselesaikan

Fokos Kepentingan Atlet, CdM Todotua Optimistis Seluruh Persoalan Terselesaikan
CdM Todotua Pasaribu saat melakukan rapat koordinasi di Rumah Indonesia. (NOC Indonesia)
Jum'at, 18 September 2026 16:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NAGOYA - Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu, menilai berbagai tantangan yang muncul pada fase awal kedatangan Kontingen Merah Putih merupakan bagian dari proses adaptasi yang harus dihadapi bersama.

Hal tersebut disampaikan CdM Todotua ketika memimpin rapat koordinasi dengan seluruh tim CdM di Rumah Indonesia, Jumat (18/9/2026). Todotua optimistis seluruh persoalan dapat diselesaikan melalui koordinasi dan kemampuan tim untuk beradaptasi dengan kondisi di lapangan.

“Walaupun situasinya sangat challenging, secara keseluruhan saya melihat semua tim, dan saya pribadi percaya kita semua bisa menyelesaikannya. Dalam survival mode, kita perlu melakukan penyesuaian. Kurang lebih seminggu untuk beradaptasi, dan ini baru awal. Kita masih memiliki kurang lebih 17 hari ke depan,” ujar Todotua.

Menurutnya, berbagai tantangan tersebut tidak hanya dihadapi oleh Tim Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika yang dihadapi kontingen negara-negara peserta lainnya. Karena itu, kemampuan untuk merespons dan menyelesaikan persoalan di lapangan menjadi hal penting dalam menjaga kesiapan kontingen.

“Situasi ini memang dihadapi semuanya. Tetapi yang bisa kita pastikan adalah kita bisa melakukan penetrasi dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Itu yang paling penting,” katanya.

Pernyataan Todotua tersebut disampaikan di tengah sorotan sejumlah media internasional terhadap kesiapan operasional Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kontingen dari negara-negara Asia lain, melaporkan adanya keluhan terkait akomodasi, pembagian kamar, transportasi, hingga akses menuju venue.

Todotua menegaskan, sejak awal persiapan, kepentingan atlet menjadi prioritas utama Tim Indonesia. Berbagai persoalan nonteknis yang muncul diharapkan dapat diselesaikan tanpa mengganggu konsentrasi dan semangat atlet dalam menghadapi pertandingan.

“Makanya, kesiapan tim dari awal, semuanya yang kita utamakan adalah atlet. Jangan sampai situasi ini mengurangi semangat kita terhadap tujuan utama kita datang ke sini,” tutur Todotua.

Ia menambahkan, dengan waktu pelaksanaan Asian Games yang masih panjang, Tim Indonesia akan terus melakukan penyesuaian dan penyelesaian berbagai kebutuhan kontingen agar atlet dapat fokus menjalankan persiapan dan bertanding. ***

wwwwww