Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Johnny Jansen Nilai Permainan Bali United FC Tak Menunjukkan Kualitas

Johnny Jansen Nilai Permainan Bali United FC Tak Menunjukkan Kualitas
Pelatih Bali United FC, Johnny Jansen. (Ileague.id)
Selasa, 22 September 2026 15:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SAMARINDA - Kekalahan dari Borneo FC Samarinda dengan skor 0-1 menjadi hasil negatif pertama Bali United di arena Super League 2026/2027. Pada laga pekan ketiga itu, Serdadu Tridatu gagal mempertahankan catatan sempurna di awal musim ini, setelah sebelumnya mencatat tren positif dengan meraih kemenangan atas PSS Sleman dan Isenmulang Kalteng FC.

Atas hasil tersebut Bali United pun bergeser dari puncak klasemen sementara ke posisi empat dengan perolehan enam poin.

Laga yang telah berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (20/9/2026) kemarin, membuat pelatih Bali United, Johnny Jansen kecewa.

Menurutnya, permainan timnya tidak menunjukkan kualitas yang seharusnya diperlihatkan. Dia menilai Bali United terlalu lambat dalam membangun permainan, terutama ketika dibandingkan dengan kemampuan yang sebenarnya dimiliki para pemain.

"Di babak pertama, menurut saya kekuatan kedua tim seimbang. Namun di babak kedua, kami melakukan kesalahan dan mereka mencetak gol. Setelah itu, kami berusaha menekan lawan," kata pelatih asal Belanda itu.

"Kami mendapat dua kartu merah tapi menurut saya kartu merah kedua itu sebenarnya tidak layak diberikan," ucapnya lagi.

"Namun, yang terpenting adalah saya tidak ingin berfokus pada wasit ataupun kartu merah, kami harus bermain lebih baik. Itulah sebabnya saya sangat kecewa dengan tim kami, dan juga dengan diri saya sendiri," imbuhnya.

Seperti diketahui sepanjang laga berjalan dalam situasi yang tidak mudah bagi Bali United. Wasit Naufal Adya Fairuski mengeluarkan tiga kartu merah langsung sepanjang pertandingan.

Dua kartu merah diberikan kepada pemain Bali United, yakni Rifad Marasabessy pada menit ke-35 dan Tim Receveur pada menit ke-70. Sementara satu kartu merah lainnya diterima Rahmat Arjuna pada menit ke-35.

Kehilangan dua pemain membuat Bali United harus mengubah permainan. Memasuki 20 menit terakhir pertandingan, tim meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol penyeimbang. Tetapi upaya tersebut belum mampu menghasilkan gol hingga pertandingan berakhir.

Sementara itu pemain Bali United, Tim Geypens, juga mengakui laga melawan Borneo FC berlangsung sulit. Dia menilai sejumlah kesalahan yang dilakukan tim sebenarnya dapat dihindari.

"Saya sendiri melakukan kesalahan-kesalahan seperti itu. Ya, dalam pertandingan seperti ini, kita tidak boleh melakukan kesalahan-kesalahan tersebut. Tapi menurut saya kami sudah berjuang dengan baik, hanya saja kualitas permainan perlu ditingkatkan," pungkasnya. ***

wwwwww