2027 Banyak Tanggal Merah, Para Pelancong Berbondong Urus Paspor
![]() |
| Petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur saat melayani PASPORIA. (Foto: Imigrasi Jakarta Timur) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Sebanyak 70 kuota layanan paspor disiapkan. Rinciannya, 60 kuota diperuntukkan bagi pemohon melalui aplikasi M-Paspor dan 10 kuota lainnya dibuka melalui layanan langsung atau walk-in. Kuota tersebut bahkan telah terpenuhi sebelum rangkaian CFD berakhir.
Bagi masyarakat yang selama ini kesulitan menyelipkan waktu mengurus paspor di tengah rutinitas kerja, PASPORIA menjadi semacam pintu alternatif. Mereka tidak perlu memilih antara berolahraga pada akhir pekan atau mengurus dokumen perjalanan, karena keduanya bisa dilakukan dalam satu pagi.
Sebelum pelayanan dimulai, jajaran petugas terlebih dahulu melaksanakan briefing untuk memastikan seluruh tahapan pelayanan berjalan tertib, optimal dan responsif.
Perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jakarta, Roni Purba, ikut meninjau pelaksanaan kegiatan untuk memastikan kesiapan petugas sekaligus kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur Pungki Handoyo mengatakan tingginya pemanfaatan layanan terlihat dari terpenuhinya seluruh kuota yang disediakan.
"Kuota telah terpenuhi sebelum jadwal CFD selesai. Artinya sudah memenuhi target hari ini tanpa ada kendala dan semua proses berjalan lancar," ujar Pungki kepada wartawan.
Menurut dia, tingginya animo tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan paspor di luar hari kerja masih cukup besar.
Sejumlah peserta CFD sengaja memanfaatkan momentum tersebut karena tidak memiliki keleluasaan waktu pada hari kerja.
Bagi pekerja dan karyawan dengan jadwal yang padat, layanan pada akhir pekan memberikan ruang untuk mengurus dokumen perjalanan tanpa harus mengorbankan aktivitas pekerjaan.
Tak hanya pemohon yang hendak membuat paspor baru, sebagian warga juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai dokumen paspor yang telah dimiliki.
Ada yang memastikan masa berlaku paspor, menanyakan proses penggantian, hingga mempersiapkan dokumen untuk perjalanan ke luar negeri.
Menariknya, sebagian pemohon tidak sekadar mengurus paspor untuk kebutuhan perjalanan dalam waktu dekat. Beberapa di antaranya telah mulai menyiapkan rencana perjalanan ke luar negeri pada 2027.
Kalender libur dan cuti bersama yang menjadi perhatian masyarakat turut mendorong sebagian pelancong mempersiapkan dokumen perjalanan lebih awal.
Pungki mengatakan kesiapan dokumen menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat yang telah memiliki rencana bepergian ke luar negeri.
"Masyarakat punya paspor tentu untuk perjalanan keluar negeri. Ini yang mereka harus mempersiapkannya jauh-jauh hari. Kita berikan juga konsultasi untuk para pemohon baru dan yang sudah lama tidak mengurus paspor," tutur Pungki.
Menurut dia, layanan PASPORIA sekaligus menjadi ruang komunikasi antara petugas dan masyarakat. Pemohon tidak hanya datang untuk menyelesaikan administrasi, tetapi juga dapat memperoleh informasi mengenai dokumen perjalanan yang mereka perlukan.
Dengan pola pelayanan seperti itu, ruang publik berubah fungsi menjadi titik temu antara kebutuhan masyarakat dan layanan keimigrasian.
Perwakilan Kanwil Ditjen Imigrasi Jakarta Roni Purba melihat pelaksanaan PASPORIA di tengah CFD memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat.
Warga dapat berolahraga sekaligus mengakses layanan pemerintah tanpa harus datang ke kantor imigrasi pada hari kerja.
"Ini bagus ya. Mereka datang berolahraga lagi sekalian bisa mengurus paspor. Kita buka pengumuman di media sosial agar masyarakat bisa mengetahui lokasi pelayanan kita," jelas Roni.
Menurut dia, informasi mengenai jadwal dan lokasi layanan melalui media sosial menjadi salah satu cara untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan keimigrasian di ruang publik.
Konsep tersebut membuat layanan paspor terasa lebih dekat dengan aktivitas warga. Masyarakat yang datang untuk berolahraga pun memiliki kesempatan mengetahui sekaligus memanfaatkan layanan yang tersedia.
PASPORIA akhirnya tidak sekadar menjadi agenda pelayanan paspor di hari libur. Di tengah denyut CFD Sudirman, layanan tersebut memperlihatkan bagaimana urusan dokumen perjalanan dapat ditempatkan lebih dekat dengan ritme kehidupan masyarakat perkotaan.
Bagi sebagian warga, satu pagi di akhir pekan cukup untuk berolahraga, berkonsultasi dan memastikan dokumen perjalanan siap digunakan ketika rencana perjalanan ke luar negeri tiba. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Metropolitan, DKI Jakarta |













