Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
6 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Umum

Polda Sulteng Periksa 75 Pekerja China Pascabentrok di Area Konstruksi Askon

Polda Sulteng Periksa 75 Pekerja China Pascabentrok di Area Konstruksi Askon
Ilustrasi. Pekerja melintas di kawasan Morowali.
Minggu, 04 Oktober 2026 18:58 WIB

JAKARTA - Ratusan personel gabungan kini mengambil alih pengamanan wilayah Kabupaten Morowali pascaterjadinya insiden fisik antara warga sipil dan puluhan tenaga kerja asing. Para pekerja asal China yang tercatat bernaung di bawah PT Astima Konstruksi (Askon) tersebut langsung dibawa keluar daerah untuk menghindari benturan susulan.

Sedikitnya 75 warga negara asing telah dievakuasi menggunakan pengawalan menuju Markas Polda Sulawesi Tengah pada Minggu (4/10/2026). Tindakan aparat kepolisian ini diklaim sebagai langkah preventif perlindungan sekaligus dimulainya penegakan hukum.

"Iya benar, kita telah mengevakuasi 75 warga asing serta membawa mereka ke Mako Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan," beber Kapolres Morowali, AKBP Reza Khomeini.

Empat Orang Jalani Perawatan

Peristiwa ketegangan komunal tersebut menyebabkan jatuhnya korban cedera di lapangan. Pendataan yang dilakukan kepolisian hingga akhir pekan lalu menunjukkan ada warga lokal serta tenaga asing yang membutuhkan penanganan medis segera.

"Berdasarkan data korban sementara sampai dengan Sabtu (3/10/2026), terdapat tiga orang WNI dan satu orang asing mengalami luka-luka," rincinya.

Pihak berwajib memastikan seluruh prosedur hukum berjalan objektif. Upaya pemeriksaan terhadap orang-orang yang berada di lokasi kejadian telah digulirkan untuk menyusun kronologi secara utuh.

Antisipasi Gangguan Susulan

Pengamanan berlapis di sekitar kawasan proyek masih berlangsung ketat guna meredam potensi konflik lanjutan yang merugikan aktivitas masyarakat. Di saat bersamaan, koordinasi lintas sektoral dilangsungkan bersama pihak Imigrasi guna memeriksa status perizinan para pekerja tersebut.

"Polres Morowali akan menangani kejadian ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Mari bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap kondusif," pungkasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Umum
wwwwww