Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
6 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Jakarta Masuk 140 Besar Kota Dunia, Wibi Andrino Soroti Kualitas Hidup Warga

Jakarta Masuk 140 Besar Kota Dunia, Wibi Andrino Soroti Kualitas Hidup Warga
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino.
Selasa, 06 Oktober 2026 18:15 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Jakarta naik signifikan dalam pemeringkatan kota dunia Global Cities Index 2026 versi Oxford Economics. Ibu kota Indonesia kini berada di peringkat 140 dari 1.000 kota dunia, melesat dari posisi 287 pada 2024.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, lonjakan peringkat menunjukkan Jakarta semakin dekat dengan target menjadi kota global.

‎
‎"Jakarta naik ke peringkat 140 dunia. Ini pencapaian yang patut diapresiasi," kata Wibi dikutip Selasa (6/10/2026).
‎
‎Jakarta juga menjadi kota dengan peringkat tertinggi di Indonesia, mengungguli Surabaya, Medan, dan Bandung. Namun, Wibi mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar tidak menjadikan kenaikan peringkat tersebut sebagai alasan untuk cepat berpuas diri.
‎
‎Wibi menilai, predikat kota global tidak cukup hanya dilihat dari posisi Jakarta dalam pemeringkatan internasional. Kemajuan tersebut harus tercermin langsung dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
‎
‎"Ranking boleh naik, tapi kualitas hidup warga juga harus naik," tegas Wibi.
‎
‎Wibi mengatakan, masih banyak persoalan yang harus dibenahi Pemprov DKI, mulai dari transportasi publik, kemacetan, lingkungan, pelayanan publik hingga tata kelola pemerintahan. 
‎
‎Pembenahan sektor-sektor tersebut dinilai penting agar kemajuan Jakarta tidak hanya terlihat dalam indikator global, tetapi juga dirasakan masyarakat.
‎
‎"Semua itu masih harus terus kita benahi," ucapnya.
‎
‎Wibi Menuturkan, DPRD DKI akan menjadikan peningkatan peringkat Jakarta sebagai momentum untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap kinerja Pemprov DKI. Ia berharap pencapaian tersebut tidak berhenti sebagai prestasi statistik, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi warga.
‎
‎Wibi bahkan menargetkan Jakarta dapat menembus 50 besar kota dunia pada 2029. Target tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan dan kehidupan masyarakat.
‎
‎"Jakarta harus terus naik kelas dan manfaatnya dirasakan warga," tutur Wibi.
‎
‎Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan peningkatan posisi Jakarta dalam pemeringkatan tersebut antara lain ditopang perkembangan sistem dan konektivitas transportasi publik yang telah menjangkau lebih dari 93 persen wilayah Jakarta.
‎
‎Selain itu, Jakarta mencatat posisi cukup tinggi pada aspek modal manusia dengan peringkat 23 dan aspek ekonomi di peringkat 59.
‎
‎Meski mengalami lonjakan peringkat secara keseluruhan, Jakarta masih menghadapi pekerjaan rumah pada aspek tata kelola pemerintahan, lingkungan, dan kualitas hidup. Pembenahan sektor tersebut diperlukan agar Jakarta mampu mengejar posisi kota-kota utama di Asia Tenggara, seperti Kuala Lumpur dan Singapura. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww