Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Asian Games
Asian Games Aichi-Nagoya 2026

CdM Todotua: Peringkat 16 Bukan Untuk Diselebrasi dan Diratapi

CdM Todotua: Peringkat 16 Bukan Untuk Diselebrasi dan Diratapi
CdM Todotua Pasaribu dan Ketua Umum PP PABSI Rosan P Roeslani. (NOC Indonesia)
Rabu, 07 Oktober 2026 18:26 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Kontingen Indonesia menutup perjuangan pada 20th Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan membawa pulang tidak hanya medali, tetapi juga pelajaran penting untuk membangun prestasi olahraga Indonesia menuju level yang lebih tinggi.

Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu, mengakui bahwa posisi Indonesia di peringkat 16 klasemen akhir belum menjadi hasil yang diharapkan. Namun, menurutnya, pencapaian Indonesia di Aichi-Nagoya tidak dapat dibaca semata-mata dari angka klasemen.

“Kita tentu tidak ingin menutup mata terhadap peringkat 16 di Aichi-Nagoya. Secara klasemen, bisa saja ini bukan posisi yang diharapkan oleh kita sebagai masyarakat yang sangat cinta terhadap olahraga. Tetapi prestasi olahraga tidak boleh dibaca hanya dari angka,” ujar Todotua.

Todotua menilai, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, para atlet tetap menunjukkan daya saing dengan mampu memenuhi bahkan melampaui target medali emas yang telah ditetapkan.

“Dalam setiap keterbatasan yang dijalani para atlet, mereka tetap mampu membawa pulang emas melebihi target yang dituju, sekaligus begitu banyak perak dan perunggu. Artinya, Indonesia bukan tidak mampu bersaing di papan atas. Tim Indonesia sudah sangat pantas berada di sana,” kata Todotua.

Capaian tersebut, lanjutnya, menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki fondasi prestasi yang kuat. Tantangan ke depan adalah bagaimana memaksimalkan peluang-peluang yang sudah berhasil diciptakan untuk dapat dikonversi menjadi lebih banyak medali emas.

“Masih ada yang harus kita lakukan untuk mengkatrol setiap peluang medali menjadi emas. Dan bagi saya, itu justru memberikan pesan yang sangat terang untuk masa depan olahraga Indonesia,” ujarnya.

Menurut Todotua, pengalaman di Aichi-Nagoya harus menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem pembinaan olahraga nasional. Ia optimistis prestasi Tim Indonesia dapat meningkat di masa depan, melalui dukungan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.

“Kalau dengan segala tantangan yang ada kita masih mampu berdiri di podium Asia, bayangkan apa yang bisa dilakukan atlet-atlet jika dukungan yang diberikan lebih maksimal,” tutur Todotua.

Karena itu, Todotua menegaskan bahwa posisi Indonesia di peringkat 16 tidak perlu menjadi sesuatu yang dirayakan, tetapi juga tidak seharusnya diratapi. Hasil tersebut harus ditempatkan sebagai bahan evaluasi sekaligus modal untuk membangun prestasi berikutnya.

“Peringkat 16 memang bukan untuk diselebrasi, tetapi juga bukan untuk diratapi. Ini adalah evaluasi sekaligus modal investasi,” tegasnya.

Bagi Todotua, Aichi-Nagoya 2026 telah memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kekuatan, potensi, sekaligus pekerjaan rumah olahraga Indonesia. Medali yang diraih para atlet menjadi hasil nyata, sementara pengalaman selama kompetisi menjadi bekal untuk menyusun langkah yang lebih terarah menuju multievent berikutnya.

“Karena yang dibawa pulang Tim Indonesia dari Aichi-Nagoya bukan hanya medali, tetapi juga peta jalan menuju prestasi yang lebih tinggi,” ucap Todotua.

"Terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, tim pelatih, ofisial, dan federasi cabang olahraga. Terima kasih untuk setiap tenaga yang dicurahkan, setiap keringat yang diteteskan, dan setiap perjuangan yang dipersembahkan untuk negeri,” tutupnya. ***

wwwwww