Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
6 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Sepakbola
FIFA ASEAN Cup 2026

Ini Percakapan Elkan Baggit dan Erick Thohir di Ruang Ganti dan Lorong SUGBK

Ini Percakapan Elkan Baggit dan Erick Thohir di Ruang Ganti dan Lorong SUGBK
Erick Thohir dan Elkan Baggot. (PSSI)
Rabu, 07 Oktober 2026 19:52 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Senin, 5 Oktober 2026 malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, bukan sekadar malam kemenangan. Setelah melewati final penuh drama, Timnas Indonesia akhirnya mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Di tengah sorak-sorai dan kebahagiaan yang belum reda, sebuah percakapan singkat di area ruang ganti dan lorong SUGBK menghadirkan momen yang jauh lebih dalam: pertemuan Elkan Baggott dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Pertemuan itu berlangsung sederhana. Tidak ada panggung, kamera konferensi pers, atau pidato panjang. Hanya dua orang yang berbicara dari hati ke hati setelah perjuangan panjang. Elkan menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Erick.

“Sejak Anda datang, Anda membawa banyak perubahan bagi sepakbola Indonesia,” ujar Elkan.

Erick sempat merendah. “Bukan saya, tapi kamu yang membawa perubahan,” balasnya.
Namun, Elkan tidak bergeser dari keyakinannya. “Tidak, Anda yang membawa perubahan. Saya berterima kasih karena Anda membawa perubahan kepada semuanya, kepada federasi, kepada tim. Anda membawa semuanya ke tempat yang lebih baik. Saya berterima kasih,” katanya, sebelum memeluk Erick dengan hangat.

Kalimat itu terasa semakin bermakna karena beberapa jam sebelumnya Elkan menjadi salah satu pahlawan kemenangan Indonesia. Bek kelahiran Bangkok tersebut bermain penuh hingga adu penalti. Saat Garuda tertinggal 1-2 pada babak tambahan waktu, ia muncul pada menit ke-116 dan mencetak gol penyama kedudukan melalui tembakan yang membentur bagian bawah mistar. Gol itu menjaga harapan Indonesia tetap hidup.

Dalam adu penalti, Elkan kembali menunjukkan keberanian. Eksekusinya berhasil, dan Indonesia akhirnya menang 4-2 setelah laga berakhir 2-2 hingga waktu normal serta perpanjangan waktu. Malam itu, ia bukan hanya menjaga pertahanan, tetapi juga menyelamatkan mimpi jutaan suporter.

Bagi para pendukung di tribun, gol tersebut bukan sekadar angka di papan skor. Itu adalah jawaban atas ketegangan, penantian, dan luka lama yang pernah hadir dalam pertemuan Indonesia dengan Thailand. Dari kaki Elkan, harapan yang hampir padam kembali menyala dan mengantar Garuda menuju sejarah baru.

Di tengah suasana haru, Elkan kemudian bertanya, “Bisakah saya berfoto dengan Anda?” Erick mengiyakan. Sebuah selfie pun mengabadikan kebersamaan mereka—bukan sekadar foto juara, melainkan potret rasa hormat, kepercayaan, dan perjalanan sepak bola Indonesia yang sedang menemukan arah baru.

Di balik trofi dan sorotan lampu, ada satu pesan yang tinggal: perubahan terbesar selalu lahir dari kerja bersama, ketulusan, dan keberanian untuk saling menghargai. ***

wwwwww