Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
4 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
5 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Bang Dailami Suarakan Usulan Revisi Pergub Penyelenggaraan Abnon

Bang Dailami Suarakan Usulan Revisi Pergub Penyelenggaraan Abnon
Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta, Profesor Dailami Firdaus.
Sabtu, 10 Oktober 2026 08:35 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
BEKASI- Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta, Profesor Dailami Firdaus menyuarakan usulan dilakukannya revisi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 30 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Abang dan None Jakarta.

Usulan itu mengemuka dalam Diskusi Budaya Menjaga Marwah Betawi bertajuk "Merawat Budaya Betawi, Menguatkan Esensi Abang None Jakarta" yang dihadiri akademisi, tokoh, ulama, dan budayawan Betawi di kawasan Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat Jumat (9/10/2026) malam.

‎
‎Dailami mengatakan, Pergub Nomor 30 Tahun 2010 yang sudah berlaku selama 16 tahun perlu disempurnakan dengan memasukkan muatan relevan dengan kondisi saat ini.
‎
‎"Bukan berarti pergub itu kurang bagus, perlu disempurnakan dan lebih aktual lagi dengan kondisi yang ada sekarang. Ini penting sehingga kita selalu on the track menjaga local wisdom," kata Dailami.
‎
‎Anggota Lembaga Kebudayaan Adat Betawi (LAKB) ini menjelaskan, hasil diskusi tersebut akan disampaikan dan didiskusikan kembali dengan Ketua Dewan Adat LAKB, Datuk Mu'allim Ahlul Adat Fauzi Bowo.
‎
‎"Kami tentu ingin hasil final terkait usulan ini nantinya dapat disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta. Kebetulan beliau berhalangan hadir dalam diskusi ini karena ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkan dan mengutus Prof Sylvi untuk ikut memberikan ide dan gagasan," terangnya.
‎
‎Dailami menegaskan, penyempurnaan aturan Abnon Jakarta harus tetap berpegang pada esensi utama yakni, adat, agama, dan adab. Identitas Betawi memiliki keterkaitan erat dengan Islam sehingga nilai tersebut perlu menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan ajang budaya tersebut.
‎
‎Terkait kemungkinan penyelenggaraan kegiatan serupa bagi warga Jakarta nonmuslim, Dailami menyebut hal itu memungkinkan melalui ajang lain, seperti pemilihan putri pariwisata.
‎
‎"Terpenting kalau untuk penyelenggaraan Abnon Jakarta harus tetap mempertahankan esensi dan nilai budaya yang menjadi identitasnya," tegasnya.
‎
‎Anggota LAKB yang juga Rektor STIAMI, Profesor Sylviana Murni menilai, penyelenggaraan Abnon Jakarta perlu disikapi melalui evaluasi dan pendefinisian ulang agar terjadi harmonisasi dengan nilai-nilai Betawi.
‎
‎Pembenahan tersebut harus mengacu pada akar budaya Betawi, termasuk nilai adat dan agama. Melalui forum diskusi diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret bagi pemerintah dan pemangku kepentingan.
‎
‎"Menurut saya, ini memang perlu kita evaluasi, kita perlu redefinisi, kita perlu lagi kumpul bareng. Saya apresiasi Bang Ferdy (Dailami Firdaus) yang sudah menginisiasi diskusi ini," bebernya.
‎
‎None Jakarta Tahun 1981 ini mengaku sepakat bahwa Pergub DKI Jakarta Nomor 30 Tahun 2010 perlu direvisi agar penyelenggaraan Abnon semakin baik.
‎
‎"Saya sangat mengapresiasi Pak Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta yang tentunya sangat kepeduliannya terhadap Betawi tidak perlu diragukan," imbuhnya.
‎
‎Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia, Profesor Yasmine Zaki  Shahab menuturkan, perlu dirumuskan kembali aturan-aturan hingga penilaian bagi peserta Abnon Jakarta agar Betawi sebagai entitas tuan rumah Jakarta mendapatkan perhatian utama.
‎
‎"Betawi memang terbuka terhadap pendatang sejak dulu, dan di sinilah juga kemudian terjadi akulturasi budaya. Namun, nilai-nilai Betawi yang sudah mengakar ini perlu terus dipertahankan dan dijaga," ucapnya.
‎
‎Sementara itu, Ketua Bamus Suku Betawi 1982, Haji Zainuddin atau akrab disapa Haji Oding turut meminta agar keterwakilan unsur Betawi sebagai Dewan Juri jumlahnya bisa ditambah.
‎
‎"Kalau misalnya ada sembilan Dewan Juri, mulai dari tingkat kota, kabupaten hingga provinsi, wakil Betawi jangan hanya satu. Tapi harus bisa sampai lima, atau porsinya setidaknya 60 persen. Dari sini kita akan bisa memastikan bahwa penyelenggaraan Abnon sejalan dengan nafas Betawi. Saya juga ingin agar LAKB ke depan dapat mengambil peran penting dalam penyelenggaraan Abnon," pungkasnya. ***

wwwwww