Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
13 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Bernardo Tavares Evaluasi Antarlini yang Bisa Jadi Ancaman Persebaya

Bernardo Tavares Evaluasi Antarlini yang Bisa Jadi Ancaman Persebaya
Persebaya Surabaya. (Ileague.id)
Selasa, 13 Oktober 2026 20:09 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SURABAYA - Kemenangan yang diraih Persebaya Surabaya menjadi modal jelang laga pekan kelima Super League 2026/2027 melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026) mendatang.

Meskipun kemenangan tipis laga sebelumnya atas Isenmulang Kalteng FC belum membuat pelatih Persebaya, Bernardo Tavares sepenuhnya puas. Di balik keberhasilan membawa pulang tiga poin, dia menemukan persoalan dalam organisasi permainan tim yang perlu segera diperbaiki.

Salah satu perhatian pelatih asal Portugal tersebut adalah jarak yang terlalu lebar antara lini pertahanan dan lini tengah. Situasi itu beberapa kali terlihat ketika Persebaya berusaha mempertahankan keunggulan tipis dan mampu mengendalikan pertandingan.

Dia mengakui timnya sebenarnya memiliki ruang untuk membangun serangan, terutama di antara lini tengah dan pertahanan lawan.

Namun, situasi berubah ketika pertandingan terus berjalan tanpa tambahan gol. Para pemain mulai berhati-hati karena tidak ingin memberikan kesempatan kepada lawan untuk memanfaatkan ruang di belakang pertahanan.

"Kita tahu ini, kita sudah membicarakannya, dan kita juga tahu bahwa mereka memiliki pemain-pemain yang bagus," kata pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

"Tapi terkadang ketika waktu terus berjalan di pertandingan dan kita tidak mencetak gol kedua, kita ingin, karena kita tahu tim lawan selalu mencoba mengeksploitasi ruang kosong di belakang," ucapnya lagi.

"Jadi terkadang kita merasa takut untuk membiarkan bola berada di area belakang kita. Inilah mengapa ada perbedaan besar antara garis pertahanan dengan lini tengah atau lini penyerangan," imbuh Tavares. 

Kondisi itu menjadi catatan penting karena jarak antarlini yang terlalu lebar dapat menyulitkan tim saat melakukan transisi dari menyerang ke bertahan maupun sebaliknya.

Apalagi memasuki babak kedua, Persebaya melakukan sejumlah perubahan untuk menjaga intensitas permainan. Risto Mitrevski masuk menggantikan Diogo Ramalho selepas turun minum. Kemudian Malik Risaldi menggantikan Saddil Ramdani pada menit ke-60. 

Ketika pertandingan semakin mendekati akhir, Tavares juga memasukkan Yann Mabella dan Ricky Pratama menggantikan Alex Martins serta Toni. Perubahan tersebut dilakukan di tengah upaya Persebaya mempertahankan keunggulan sekaligus mencari kesempatan menambah gol.

"Kita mencoba untuk mengoreksi ini, tetapi jujur, pada momen-momen di menit-menit akhir tadi, saya lebih memilih untuk membagi tim mencoba mencetak gol kedua dan tidak membiarkan bola berada di area belakang kita. Saya sudah berbicara dengan mereka, kita mencoba menciptakan keseimbangan bertahan," tutur Benrardo Tavares.

Meski masih menemukan persoalan taktik, dia menilai para pemain cukup disiplin dalam membatasi peluang lawan. "Dan saya pikir sebagian besar dari mereka telah melakukannya dengan baik karena tim lawan tidak melepaskan tembakan ke gawang, tidak melepaskan tembakan ke gawang," pungkasnya. ***

wwwwww