Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
10 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
11 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
14 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Hanif Sjahbandi Sebut Tak Harus Jadi Pemain untuk Membesarkan Arema FC

Hanif Sjahbandi Sebut Tak Harus Jadi Pemain untuk Membesarkan Arema FC
Gelandang Arema FC, Hanif Sjahbandi. (Ileague.id)
Selasa, 13 Oktober 2026 20:00 WIB
Penulis: Azhari Nasution

MALANG - Setelah menyambangi sejumlah kota, program I.League Goes to Campus kini hadir di Malang, kota yang menjadi rumah bagi Arema FC, salah satu kontestan Super League 2026/2027.

Membuktikan mencintai sepak bola tidak selalu harus dengan menjadi pemain profesional. Di balik gemuruh stadion dan persaingan di lapangan, ada banyak profesi yang turut menghidupkan industri olahraga paling populer di Indonesia tersebut.

Pesan inilah yang dibawa gelandang Arema FC, Hanif Sjahbandi, ketika bertemu ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (12/10) kemarin.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak mahasiswa melihat sepak bola dari perspektif berbeda. Bukan sekadar pertandingan, gol, atau prestasi, melainkan sebuah industri yang membutuhkan beragam keahlian.

Apalagi perkembangan sepak bola modern membuat peran pemain tidak lagi terbatas pada aktivitas bersama klub. Popularitas dan pengaruh mereka di ruang digital turut menciptakan peluang ekonomi baru.

"Sekarang pemain bekerja bersama videografer, fotografer, sampai tim manajemen pribadi. Ada orang-orang di sekitar mereka yang bertugas menjaga nilai (value) itu," ujar Hanif Sjahbandi.

"Jadi, peluang kerja tidak melulu datang dari liga atau klub, pemain pun membuka ruang itu," imbuhnya.

Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bahwa perkembangan industri sepak bola dapat memberikan kesempatan bagi lulusan berbagai disiplin ilmu.

Mahasiswa yang memiliki kemampuan komunikasi, bisnis, manajemen, maupun industri kreatif berpeluang mengambil peran tanpa harus memiliki pengalaman sebagai atlet profesional.

Dia kemudian mengangkat perjalanan Sudarmaji, perwakilan manajemen Arema FC yang merupakan alumnus UMM.

"Pak Sudarmaji latar belakangnya orang media, bukan sepak bola. Tapi karena kecintaan dan dedikasinya pada Arema, beliau bisa terus berkecimpung dan ikut membesarkan klub sampai sekarang," ujar mantan pemain Persija Jakarta itu.

"Kalian yang punya passion di Arema tetap bisa ambil bagian lewat bidang keahlian masing-masing," sambungnya.

Selain membicarakan peluang pekerjaan, dia juga membagikan pandangannya mengenai bekal yang dibutuhkan anak muda untuk bertahan dalam dunia profesional.

Dia mengingatkan bahwa ketertarikan terhadap suatu bidang tidak cukup apabila tidak dibarengi kesungguhan dalam menjalaninya. "Motivasi itu cepat naik dan cepat turun, tapi disiplin dan konsistensi yang membuat kita bertahan lama," pungkas Hanif Sjahbandi. ***

wwwwww