Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Umum

Ketum PBNU Gus Kikin Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan Lewat Peringatan Hari Santri

Ketum PBNU Gus Kikin Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan Lewat Peringatan Hari Santri
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) dalam sambutan pada puncak resepsi Hari Santri Nasional 2026 yang dirangkai dengan Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina di halaman kantor PCNU Surabaya, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026) malam.
Jum'at, 23 Oktober 2026 13:28 WIB

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengingatkan generasi muda agar tidak memandang kemerdekaan Indonesia sekadar warisan sejarah masa lalu. Saat berpidato di puncak peringatan Hari Santri di Jombang, Jumat (23/10/2026), ia menegaskan bahwa kemerdekaan menuntut aksi nyata dan kontribusi positif dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, generasi saat ini memikul tanggung jawab besar untuk merawat hasil perjuangan para pendiri bangsa.

Persatuan sebagai Modal Utama Bangsa

Gus Kikin menilai ukhuwah atau persaudaraan merupakan modal krusial bagi rakyat Indonesia usai meraih kemerdekaan. Elemen persatuan ini harus terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan pendapat atau kepentingan sesaat. Ia meyakini langkah kebersamaan tersebut akan membawa kehidupan bangsa ke arah yang lebih sejahtera dan aman.

"Mudah-mudahan dengan kebersamaan kita semuanya mendapat rida dari Allah untuk menjadikan negara ini negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," harapnya.

Resolusi Jihad dan Semangat Perlawanan

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat mengenang kembali esensi Resolusi Jihad yang digelorakan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari pada 9 November 1945. Momentum sejarah tersebut membuktikan bahwa proklamasi 17 Agustus 1945 tidak lantas mengakhiri ancaman intervensi asing. Kehadiran pasukan Inggris di Surabaya saat itu langsung memantik perlawanan hebat dari masyarakat sipil yang menolak tunduk pada kekuatan kolonial.

Gus Kikin menyebut keberanian masyarakat Surabaya menunjukkan bahwa semangat menjaga kedaulatan mengakar kuat hingga ke tingkat warga biasa. Fatwa jihad dari kalangan ulama sukses menyatukan barisan umat Islam untuk mengangkat senjata membela negara.

"Jadi fatwa jihad wajib bagi semua umat Islam untuk mempertahankan negaranya, mempertahankan negara yang sudah merdeka," urainya.

Tanpa adanya perlawanan gigih di medan pertempuran, kemerdekaan yang baru diproklamasikan berisiko besar direnggut kembali oleh kekuatan militer asing. Pengorbanan tersebut harus diwariskan bukan sebatas memori, melainkan sebagai dorongan memperkuat persaudaraan masa kini.

"Kalau tidak, masyarakat Surabaya, arek-arek Suroboyo mau mempertahankan, niscaya kita tidak akan merdeka, kita kembali dijajah lagi," pungkasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Umum
wwwwww