Lapas Narkotika Jakarta Kejar Target Tahfidz Quran untuk WB
![]() |
| Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, Aliandra Harahap. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Agar harapannya terwujud, Aliandra bersama Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Nanda mendatangi pembukaan Festival Santri Qur’ani 2026 yang digelar di Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah, Kamis (22/10/2026).
"Menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an sekaligus mendorong pembentukan karakter melalui kegiatan keagamaan," jelas Aliandra dalam keterangan pers, Jumat (23/10).
Bagi Lapas Narkotika Jakarta, momentum ini bukan sekadar menghadiri agenda seremonial. Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan memperluas sinergi dengan lembaga keagamaan untuk mendukung pembinaan kerohanian bagi warga binaan.
Aliandra menilai, pendidikan agama memiliki peran penting dalam membangun pribadi yang berakhlak, disiplin, dan memiliki pegangan moral dalam menjalani kehidupan.
“Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti Festival Santri Qur’ani ini. Nilai-nilai keagamaan bukan hanya menjadi landasan dalam membentuk karakter generasi muda, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan agar mereka memiliki bekal spiritual dan moral untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” terangnya.
Menurut Aliandra, proses pemasyarakatan tidak semata-mata berorientasi pada pelaksanaan masa pidana. Lebih dari itu, pembinaan harus membuka ruang bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki perilaku, serta menyiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat.
Karena itu, penguatan kegiatan kerohanian dinilai menjadi salah satu unsur penting dalam proses perubahan tersebut. Nilai-nilai agama diharapkan dapat menjadi pedoman bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih positif.
Kehadiran jajaran Lapas Narkotika Jakarta dalam festival tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk mempererat hubungan kelembagaan dengan Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah.
Aliandra berharap kerja sama dengan lembaga pendidikan dan keagamaan dapat terus berkembang, terutama untuk mendukung program pembinaan karakter dan spiritual di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami berharap sinergi yang telah terjalin dengan berbagai lembaga keagamaan dapat terus diperkuat. Pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga tentang memberikan kesempatan bagi setiap warga binaan untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” katanya.
Kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan dan institusi keagamaan diharapkan dapat memperluas dukungan terhadap program pembinaan yang berkelanjutan. Pendekatan spiritual menjadi salah satu bekal untuk membantu warga binaan membangun sikap dan perilaku yang lebih baik.
Melalui partisipasi dalam Festival Santri Qur’ani 2026, Lapas Narkotika Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak.
Harapannya, pembinaan tidak berhenti sebagai rutinitas di dalam lapas, tetapi menjadi proses yang memberi bekal nyata bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan baru dengan lebih bertanggung jawab, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif ketika kembali ke masyarakat. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Umum, DKI Jakarta |













