Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
![]() |
| Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo menerima piagam penghargaan dari Presidium LIGA Pro Jakarta, Mohamad Syaiful Jihad. (Ist) |
Kamis, 29 Oktober 2026 17:18 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Bank Jakarta terus memperkuat tata kelola perusahaan dan memperluas jangkauan layanan, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Ibukota.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo mengatakan, kepercayaan merupakan fondasi utama dalam menjalankan bisnis perbankan. Untuk itu, penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) menjadi hal mendasar yang terus dibangun dan diperbaiki secara berkelanjutan.
"Bisnis bank itu adalah bisnis kepercayaan. Supaya bank ini bisa dipercaya, tata kelola sudah menjadi hal yang wajib dan itu terus-menerus kita bangun," kata Agus H Widodo, usai acara diskusi bersama Lintas Generasi Aktivis (LIGA) Pro Jakarta di Gedung Gondangdia Lama 25, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
Dalam diskusi yang mengusung tema "Memperkuat Kepercayaan, Memperkuat Tata Kelola, Menggerakkan Jakarta Kota Global" tersebut, Agus menjelaskan, penguatan tata kelola dilakukan melalui perbaikan berbagai aspek, mulai dari kepatuhan, manajemen risiko, hingga sistem pengendalian internal.
"Upaya tersebut diperlukan agar operasional bank berjalan sehat, akuntabel, dan transparan," ujarnya.
Menurutnya, terdapat lima prinsip utama yang menjadi landasan penerapan tata kelola perusahaan, yakni transparansi (transparency), akuntabilitas (accountability), tanggung jawab (responsibility), integritas (integrity), dan kewajaran (fairness).
"Kelima prinsip ini harus terus dijaga dan diterapkan secara konsisten untuk memperkuat kepercayaan nasabah serta memastikan keberlangsungan bisnis Bank Jakarta," bebernya.
Selain memperkuat tata kelola, Agus menambahkan, Bank Jakarta juga berupaya memperluas akses layanan perbankan bagi pelaku UMKM melalui pengembangan sentra mikro dan sentra UMKM.
"Strategi ini dilakukan agar layanan pembiayaan dan perbankan dapat menjangkau pelaku usaha secara lebih efektif sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing segmen," terangnya.
Menurutnya, pengembangan sentra mikro menjadi perhatian karena pelaku usaha mikro membutuhkan akses layanan yang dekat dengan lokasi usaha dan pasar mereka.
"Kalau sentra UKM tidak perlu terlalu banyak karena bisa dipusatkan di sentra-sentra tertentu, kemudian pelaku usahanya yang bergerak. Namun, kalau mikro harus dekat dengan pasarnya," jelasnya.
Melalui pendekatan tersebut, Agus menuturkan, Bank Jakarta berharap penetrasi layanan perbankan kepada pelaku usaha mikro dapat semakin optimal. Kehadiran sentra mikro yang dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan memudahkan pelaku usaha memperoleh akses terhadap layanan keuangan.
Agus menyampaikan, jumlah nasabah Bank Jakarta saat ini mencapai kurang lebih empat juta orang. Jumlah tersebut menjadi gambaran jangkauan layanan bank yang terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Melalui penguatan tata kelola, peningkatan manajemen risiko, serta perluasan akses layanan bagi UMKM, Bank Jakarta berupaya menjaga kepercayaan nasabah sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Jakarta," tegasnya.
Agus memberikan apresiasi dan terima kasih kepada LIGA Pro Jakarta yang sudah mengadakan diskusi serta memberikan masukan-masukan untuk kebaikan dan kemajuan Bank Jakarta.
"Saya memastikan, kami tentu tidak anti terhadap kritik membangun. Sebab, kritik diperlukan sebagai sarana evaluasi agar semakin baik lagi," imbuhnya.
Sementara itu, Presidium LIGA Pro Jakarta, Syafti Hidayat yang akrab disapa
Ucok mengaku sangat mengapresiasi inovasi dan terobosan Bank Jakarta di bawah kepemimpinan Agus H Widodo.
"Semoga layanan Bank Jakarta dapat terus ditingkatkan dan tidak bisa mengungguli bank-bank Himbara maupun swasta," pungkasnya. ***
| Kategori | : | Ekonomi, DKI Jakarta |













