Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
7 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
8 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
13 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Mauro Jeronimo Sebut Kekalahan Borneo FC Perlihatkan Inkonsistensi Permainan

Mauro Jeronimo Sebut Kekalahan Borneo FC Perlihatkan Inkonsistensi Permainan
LagaBorneo FC melawan PSIM Yogyakarta berakhir 1-2. (Ileague.id)
Senin, 02 November 2026 21:00 WIB
Penulis: Azhari Nasution

BANTUL - Keunggulan lebih dulu ternyata tidak cukup bagi Borneo FC untuk membawa pulang poin usai melawan PSIM Yogyakarta pada pekan kedelapan Super League 2026/2027. Tim justru kehilangan kendali setelah turun minum dan harus menerima kekalahan 1-2 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Minggu (1/11/2026) kemarin.

Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, menilai kekalahan tersebut memperlihatkan persoalan konsistensi permainan anak asuhnya. Ia melihat perbedaan mencolok antara penampilan tim pada babak pertama dan kedua.

"Menurut saya, pertandingan ini terbagi menjadi dua babak yang sangat berbeda. Pada 30 hingga 35 menit pertama, kami tidak bermain dengan baik. Kami kurang intensitas dalam duel-duel perebutan bola. Bahkan saat menguasai bola, kami kesulitan banyak operan yang meleset dan kontrol bola yang buruk," tutur pelatih asal Portugal itu.

Meski tidak tampil dominan, Borneo FC mampu mencuri keunggulan pada menit ke-33. Asgal Habib Altarik memaksimalkan umpan panjang Aditya Warman untuk membawa tim tamu memimpin 1-0. "Kami tidak setajam pertandingan-pertandingan sebelumnya. Meski begitu, kami menutup babak pertama dengan lebih baik setelah mencetak gol," kata Mauro Jeronimo.

"Sebenarnya, hasil di babak pertama itu kurang mencerminkan jalannya laga karena kami tidak menciptakan cukup banyak peluang, namun kami cukup efisien dalam melakukan serangan balik," imbuhnya.

Apalagi memasuki babak kedua, permainan Borneo FC sebenarnya mengalami peningkatan. Akan tetapi, PSIM justru mampu memanfaatkan peluang untuk membalikkan keadaan.

Adrian Purzycki menyamakan kedudukan pada menit ke-57. Tujuh menit berselang, Savio Sheva mencetak gol melalui tembakan jarak jauh yang membawa PSIM unggul 2-1.

"Sepak bola terkadang memang seperti ini di babak pertama kami bermain kurang maksimal tetapi justru berhasil mencetak gol. Sementara di babak kedua kami bermain lebih baik namun malah kebobolan," ujar pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

Dia menilai persoalan konsentrasi menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Dengan komposisi skuad yang banyak dihuni pemain muda, Borneo FC dituntut memiliki kesiapan mental dan fokus lebih baik dalam menghadapi setiap pertandingan.

"Ini adalah aspek yang harus kami perbaiki. Kami memiliki tim yang sangat muda dan harus lebih fokus. Kami perlu memahami bahwa setiap pertandingan di sini adalah sebuah pertarungan, karena lawan-lawan yang dihadapi sangat tangguh," kata Mauro Jeronimo.

"Kami harus terus berbenah performa saat ini belum cukup. Kami perlu tampil lebih konsisten dan belajar dari pertandingan ini agar bisa tampil lebih baik saat melawan Makassar," pungkasnya. ***

wwwwww