Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
21 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
2
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
21 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
20 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
20 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini

Anak-anak dan Bayi Menangis karena Terjepit Saat Ribuan Pemudik Berebut Naik Kapal

Anak-anak dan Bayi Menangis karena Terjepit Saat Ribuan Pemudik Berebut Naik Kapal
Pemudik berebut naik ke kapal. (viva)
Minggu, 12 Juni 2016 12:30 WIB
MANOKWARI - Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah masih 3 minggu lagi, namun lonjakan penumpang yang mau mudik sudah terjadi, khususnya dari Papua Barat menuju Sulawesi dan Jawa.

Bahkan, ribuan pemudik harus saling berebut untuk dapat memasuki kapal yang bersandar di Pelabuhan Manokwari.Berdasarkan pantauan VIVA.co.id, lonjakan pemudik di Papua Barat sudah terjadi sejak semalam, Sabtu 11 Juni 2016. Ribuan pemudik saling berdesakan untuk masuk ke dalam Kapal Motor Gunung Dempo, dengan tujuan pelayaran Sorong, Makassar, Sulawesi Selatan, dan Surabaya, Jawa Timur.

Pemudik saling dorong agar bisa masuk ke dalam kapal. Karena kapasitas kapal yang akan berlayar hanya mampu memuat sekitar 980 penumpang saja. Akibatnya, banyak anak dan bayi yang menangis, akibat terjepit di antara penumpang dewasa.Kepala cabang PT Pelni cabang Manokwari, Andi Baharudin mengatakan, pihaknya hanya menyiapkan tiket sesuai dengan kapasitas kapal, yakni 980 tiket. Tapi, pada kenyataannya, calon penumpang yang datang di pelabuhan melebihi seribu orang."Jatah dari Dirjen Perhubungan Laut untuk satu pelayaran hanya segitu. Tapi penumpang sampai ribuan," kata Andi.

Demi keselamatan kapal selama pelayaran. Petugas bersikap tegas, penumpang yang tidak memiliki tiket, dilarang menaiki kapal. Meskipun mereka berusaha menerobos masuk ke dalam kapal melalui beberapa pintu masuk kapal.***

Editor:sanbas
Sumber:viva.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww