Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
14 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
13 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
8 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
8 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
8 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
8 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah

Berantas Pungli, Pemerintah Daerah Ini Hapus Surat Pengantar RT-RW

Berantas Pungli, Pemerintah Daerah Ini Hapus Surat Pengantar RT-RW
Ilustrrasi. (int)
Senin, 24 Oktober 2016 22:01 WIB
PURWAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta menghapus kebijakan penyertaan surat pengantar dari RT/RW, desa/kelurahan dan kecamatan dalam mengurus KTP, KK, serta akta kelahiran. Kebijakan ini dimaksudkan untuk memberantas pungutan liar (pungli).

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, selama ini pembuatan dokumen pribadi seperti KTP, KK serta akta kelahiran, dan akta kematian di dinas kependudukan sudah digratiskan. Tidak ada biaya apapun. Namun, akhir-akhir ini muncul keluhan dari warga mengenai masih adanya pungli untuk membuat dokumen tersebut.

"Setelah ditelurusi, ternyata pungli itu bersumber dari pembuatan surat penyertaan dari RT/RW, desa/kelurahan dan kecamatan," ujar Dedi kepada Republika.co.id, Senin (24/10).

Sebab, untuk mendapatkan surat pernyataan itu warga harus mengeluarkan sejumlah uang. Karena itu, kebijakan membawa surat penyertaan itu dihapuskan. Dengan begitu, bagi penduduk asli Purwakarta bisa langsung membuat KTP, KK ataupun akta kelahiran/kematian secara gratis. Dengan catatan, membuatnya datang langsung ke Dinas Kependudukan.

Kalaupun ada pungli di instansi ini, pihaknya meminta supaya warga melaporkannya dengan menyertakan bukti. Guna meminimalisasi pungli di instansi ini, pihaknya telah memasang sejumlah kamera pemantau di sejumlah titik strategis. Sehingga, aktivitas petugas di instansi ini akan terlihat langsung.

Adapun surat penyertaan dari RT/RW, desa/kelurahan dan kecamatan, lanjut Dedi, tetap berlaku bagi warga pendatang. Jadi, pendatang yang ingin membuat dokumen pribadi, tetap harus ada penyertaan dari RT/RW setempat. "Supaya, ada kejelasan mengenai warga pendatang itu," ujarnya.***

Editor:sanbas
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam
wwwwww