Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
2
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
17 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
3
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
4
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Pendidikan
18 jam yang lalu
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
5
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
6 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19

Jasmine Crawford Bersyahadat karena Terpesona Isi Alquran yang Terjaga Kemurniannya

Jasmine Crawford Bersyahadat karena Terpesona Isi Alquran yang Terjaga Kemurniannya
Jasmine Crawford. (republika.co.id)
Jum'at, 23 November 2018 08:04 WIB
MESKI mengenal Islam dengan pemahaman yang keliru, namun Jasmine Crawford tetap ingin mempelajari agama yang mulanya tidak disukainya itu. Ternyata begitulah skenario Allah SWT, memberikan hidayah kepadanya.

''Sebelum memeluk Islam, saya hanya mengenalnya seperti orang kebanyakan, yakni Islam adalah teroris dan wanitanya berpakaian tertutup. Sayang sekali saya mendapati sebagian Muslim tidak mengamalkan ajaran Islam dan mereka tidak mewakili Islam dengan benar. Mereka memberikan gambaran Islam yang salah,” ujar Jasmine Crawford kecewa, seperti dikutip dari republika.co.id.

Kisah warga New York, AS ini menuju hidayah ditayangkan dalam program ''They Chose Islam'' The Algerian TV. Dengan imej Islam yang buruk di kalangan warga AS, Jasmine mulanya pun berkesimpulan Islam hanyalah gaya hidup semata, bukan agama. Ia pun amat tak tertarik dengan agama akhir zaman ini. Hingga kemudian, Jasmine memiliki teman Muslim.

Dari situlah, pandangan Jasmine mulai berubah. Tak hanya satu, ia pun kemudian bergaul dengan lebih banyak Muslim untuk lebih mengenal Islam. ''Begitulah saya mengenal Islam karena saya memiliki beberapa teman Muslim,'' ujarnya tersenyum.

Maka, dimulailah pencarian hidayah itu. Jasmine yang merupakan seorang Katolik taat mulai mempelajari berbagai agama. Tak hanya Islam, ia juga mempelajari Kristen dan Yahudi. Namun, di ujung pencariannya, ia memilih menjadi seorang Muslimah.

''Saya mempelajari berbagai agama. Awalnya saya bermaksud sekadar belajar. Tapi, semakin banyak saya belajar, semakin saya tertarik pada Islam. Saya kemudian memilih Islam karena saya percaya ini adalah ajaran yang benar. Saya memohon kepada Allah agar membimbing saya dan memberi saya petunjuk,'' ujarnya dengan mata berbinar.

Namun, Jasmine tentu tidak begitu saja menerima Islam. Dia juga tidak begitu saja mempercayai Islam. Terdapat hal yang menarik bagi Jasmine hingga ia memutuskan menjadi mualaf. Hal menarik tersebut yakni kelogisan Islam yang dapat terlihat dari kemurnian Alquran.

''Alquran yang tidak pernah berubah menjadi satu hal yang sangat penting bagi saya. Banyak bukti-bukti sains yang disebutkan di dalamnya dan semuanya dapat diterima akal. Islam lah agama yang paling logis,'' tuturnya.

Jasmine pun kemudian bersyahadat pada 2010 lalu. Terdapat kalimat yang sangat ia sukai, yakni kalimat ''LailahailaAllah'', tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.

Menurutnya, kalimat tersebut membuatnya terasa langsung berhubungan dengan Allah. Ia merasa sangat dekat dengan-Nya dan itu membuatnya bahagia. ''Hal itu benar-benar membuat saya merasa bahwa Allah benar adanya,'' kata Jasmine.

Ibunya mendukung keputusa Jasmine memeluk Islam. ''Ibu bahkan membelikan makanan halal untuk saya. Ibu benar-benar seorang wanita yang sangat baik dan cantik. Saya sangat dekat dengannya. Hubungan kami sangat baik. Ibu saya pernah berkata, 'Sendainya Islam membuatmu bahagia, dan kamu tidak menganggu orang lain, maka lakukanlah. Lakukanlah apa yang membuatmu bahagia,''' tutur Jasmine bersyukur.

Selain itu, Jasmine pun tak risih mengenakan jilbab di tengah-tengah masyarakat New York yang berpandangan negatif terhadap Islam. Menurutnya, jika memiliki keyakinan dan percaya diri maka hal yang sangat mudah bagi Muslim untuk hidup di New York meski sebagai minoritas. Baginya, sangat mudah hidup sebagai Muslim di New York. Ia dapat berjilbab bebas dan dapat mudah mendapatkan makanan halal.

''Jika kalian melihat apa yang dipakai orang saat ini, mereka mengenakan segala macam pakaian sehingga sebagian orang tak akan sadar jika Anda seorang Muslim. Memang banyak orang yang bertanya tentang ke-Islaman saya, tapi saya melihat mereka sebenarnya sangat baik terhadap saya. Mereka tidak seburuk seperti yang saya pikirkan. Di New York, sangat mudah mencari apa yang kalian inginkan. Saya bisa memastikan di kota-kota lain tak semudah di New York. Saya merasakan amat senang menjadi seorang Muslim di Kota New York,'' ujarnya.

  Setelah memeluk Islam, Jasmine pun berkecimpung dalam sebuah organisasi Islam nonprofit, Muslim Education and Converts Center of America (MECCA). Ia sangat aktif dalam organisasi tersebut, belajar dan memberikan pelajaran, serta berbagi pengalaman dengan para mualaf baru. Ia pun merasakan menemukan keluarga baru di organisasi tersebut.

''Seperti berada dalam sebuah keluarga dan kita semua dalam kondisi yang sama, sebagai mualaf. Organisasi ini menjadi tempat yang besar, alhamdulillah. Mereka yang baru memeluk Islam datang ke sini dari berbagai tempat. Saya yang merupakan campuran warga kulit hitam dan putih bertemu dengan mualaf dari Irish, Afrika, dan India. Kami juga punya anggota orang China. Ada pula yang dari Spanyol, yang berkulit putih. Pokoknya kami punya berbagai ragam ras dan bangsa,'' tutur Jasmine dengan senyum tersungging di wajahnya.

Di MECCA, Jasmine ikut andil dalam berbagai kegiatan seperti kelas shalat untuk mualaf, kursus bahasa Arab, serta kelas akidah dan fikih. Jasmine juga ikut mendakwahkan Islam dengan benar serta mengundang para Muslimin untuk menjalin silaturahim. Jasmine berbagi kebahagian sebagai seorang Muslim kepada para mualaf baru.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

GoNews Kisah Mualaf Alfaro, Sudah Ikut Shalat Jumat Sebelum Bersyahadat
GoNews Kisah Mualaf Agustina, Mimpi Diminta Pemuda Tampan Ucapkan Syahadat
GoNews Mulanya Memusuhi Ibunya yang Mualaf, Meira Valencia Akhirnya Bersyahadat Kelas VI SD
GoNews Kisah Mualaf Koh Naga, Bersyahadat Setelah Temukan Mimpinya dalam Alquran
GoNews Bersyahadat 2 Tahun Lalu, Anggota DPRD DKI Ahmad Lukman Jupiter: Agama Ini Rahmatan Lil Alamin
GoNews Millenia Patricia, Pemeran Olive dalam Tukang Ojek Pengkalan Jadi Muslimah Setelah Ditinggal Ayah dan Ibunya
GoNews Meta Bersyahadat Setelah Lihat Putranya yang Berkebutuhan Khusus Selalu Bahagia Saat Dengar Azan
GoNews Pria Pembenci Islam Mualaf Gara-gara Bintang Liverpool Mohamed Salah
GoNews Keramahan Muslim Turki dan Iran Menuntun Kim Eun Soo Memeluk Islam
GoNews Model Majalah Playboy Bersyahadat karena Yakin Islam Melindungi dan Menghormati Perempuan, Begini Kisahnya
GoNews Uri Davis, Pemeluk Yahudi yang Memutuskan Mualaf dan Berjihad bersama Rakyat Palestina
GoNews April Fuller, Mahasiswi Sastra Inggris yang Jadi Muslimah karena Anggap Islam Rasional, Tak Goyah Meski Dituduh Kakeknya Teroris
GoNews Karyawati Toko Buku Jadi Mualaf Gara-gara Baca Islam for Dummies
GoNews Sarah Joseph, Jadi Mualaf Saat Remaja karena Terkesan Melihat Sujud dalam Shalat
GoNews Diusir Orangtuanya, Laura Kukuh Pertahankan Hidayahnya
GoNews Menangis Saat Dengar Azan, Pilot Cantik Ini Akhirnya Bersyahadat
GoNews Sering Diskusi Agama dengan Teman Satu Kamar, Menuntun Katya Menjadi Muslimah dan Konsisten Berhijab
GoNews Tertekan dalam Kultur Seks Bebas, Camilla Leyland Memutuskan Jadi Muslimah Saat Usia 20 Tahun
wwwwww