Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
19 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
24 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
6
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho

KKB Serang Pos TNI, Seorang Prajurit Kostrad Gugur, Begini Kronologinya

KKB Serang Pos TNI, Seorang Prajurit Kostrad Gugur, Begini Kronologinya
Anggota KKB. (dok)
Rabu, 05 Desember 2018 11:13 WIB
JAYAPURA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerang pos TNI di Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Senin (3/12/2018) malam. Seorang prajurit Yonif 755 Kostrad gugur akibat serangan KKB tersebut.

Dikutip dari liputan6.com, Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Papua AKBP Suyadi Diaz membeberkan kronologi baku tembak antara prajurit TNI dengan anggota KKB itu.

''Mereka lari dari pos TNI yang ada di Mbua, mereka (KKB) nembak juga (baku tembak). Akhirnya pos itu dikosongkan, 21 personel itu meninggalkan pos,'' kata AKBP Suyadi saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (4/12/2018).

Setelah berhasil menemukan pos TNI, anggota Polri yang tergabung dalam giat operasi itu langsung melaporkan kondisi TKP dengan menggunakan telepon satelite. Situasi pos disebutkan penuh bercak darah.

''Juga 150 proyektil. (Ditemukan) satu anggota tertembak tangannya, tapi satu lagi yang tertembak terpaksa mereka tinggalkan karena alasan tidak mampu berlari sambil membawa (rekannya) karena mereka dikejar KKB ini,'' tutur Suyadi.

Jenazah jenazah personel TNI itu sudah dievakusi oleh TNI bersama tim gabungan Polri dari Polres Jayawijaya. Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 12.30 WIT.

''Para Satgas kini sudah bergabung, Satgas Newangkali di Puncak Jaya, jadi pukul 14.00 waktu setempat 21 anggota itu telah dibawa (dalam penjagaan) Polri,'' tandas Suyadi. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam
wwwwww