Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
24 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
4 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
3
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Pemerintahan
4 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
4
XL Axiata Ajak Mahasiswa Pahami Dunia Bisnis
Ekonomi
21 jam yang lalu
XL Axiata Ajak Mahasiswa Pahami Dunia Bisnis
5
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
19 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
6
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Pemerintahan
4 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat

Presiden Perintahkan TNI dan Polri Buru Pembunuh 31 Pekerja Jembatan di Papua

Presiden Perintahkan TNI dan Polri Buru Pembunuh 31 Pekerja Jembatan di Papua
Presiden Joko Widodo. (tempo.co)
Rabu, 05 Desember 2018 14:13 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan aparat TNI dan Polri memburu para pelaku pembunuhan terhadap 31 pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Perintah itu disampaikan Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12). ''Saya juga telah memerintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab tersebut,'' tegas Jokowi, seperti dikutip dari republika.co.id.

Saat ini, lanjut Jokowi, Panglima TNI dan Wakapolri telah berada di Papua guna menangani aksi penyerangan dan penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua.

Presiden pun menyampaikan duka citanya terhadap para korban pembantaian. ''Dan saya atas nama rakyat bangsa dan negara menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan,'' tambahnya.

Jokowi menegaskan, pemerintah tak akan memberikan tempat dan ruang bagi kelompok kriminal bersenjata di berbagai daerah di Tanah Air.

Aksi pembantaian ini, kata Jokowi, tak akan membuat pemerintah dan masyarakat merasa takut dalam membangun Papua.

''Kita juga tidak akan pernah takut dan ini malah membuat tekad kita membara untuk melanjutkan tugas besar kita membangun tanah Papua,'' kata dia.

Para korban penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata ini merupakan pekerja pembangunan jalan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Meskipun terjadi aksi penyerangan, namun pemerintah memastikan pembangunan jalan TransPapua akan terus dilanjutkan dan diselesaikan.

''Sudah saya sampaikan ke Menteri PU, pembangunan jalan Wamena ke Mamugu tetap diteruskan. TransPapua yang sepanjang 4.600 km harus segera diselesaikan. Karena dari Wamena ke Mamugu ini harus dibangun 35 jembatan. Ini tetap harus di selesaikan,'' tegas Jokowi.

Dalam konferensi pers ini, Presiden Jokowi didampingi Kapolri Tito Karnavian dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww