Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
19 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
24 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
6
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho

TNI-Polri Kembali Temukan Jenazah Karyawan PT Istaka Karya, 1 Kilometer dari Lokasi Pembantaian oleh KKB

TNI-Polri Kembali Temukan Jenazah Karyawan PT Istaka Karya, 1 Kilometer dari Lokasi Pembantaian oleh KKB
Evakuasi korban pembunuhan oleh KKB. (dok)
Minggu, 09 Desember 2018 16:59 WIB
JAYAPURA - Tim gabungan TNI -Polri kembali menemukan satu jenazah karyawan PT Istaka Karya, korban pembantaian oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Ahad (2/11) pekan lalu.

Dikutip dari republika.co.id, Kapendam XVII/Cendrawasi Kolonel Inf Muhammad Aidi dalam keterangannya mengatakan korban ditemukan dalam hutan sekitar 500 meter hingga 1 kilometer dari posisi pembantaian di lereng bukit puncak Kabo.

''Saat ini jenazah telah diangkut ke poros jalan Distrik Yigi-Mbua untuk dievakuasi ke Mbua melalui jalur darat. Selanjutnya Jenazah korban rencana akan dievakuasi ke Wamena dengan jalur udara (helly),'' kata Aidi, Ahad (9/12).

Aidi mengatakan, jenazah yang ditemukan mempunyai ciri-ciri berambut panjang dan mengenakan celana panjang berwarna putih. Satgas gabungan TNI-Polri akan terus melaksanakan pencarian sisa korban yang belum ditemukan.

Berdasarkan data yang diperolehnya, Aidi mengatakan masih tersisa dua orang jenazah yang belum ditemukan dan dua orang korban yang diduga masih hidup hingga sekarang belum diketahui nasibnya.

''Saat ini pasukan gabungan TNI-Polri telah menguasai dan menduduki distrik Yigi dan Mbua,'' ujarnya.

Aidi juga menggambarkan kondisi terkini di Distrik Mbua pascapenyerangan KKSB terhadap pos TNI di Mbua pada tanggal 3 Desember lalu. Masyarakat mulai berangsur-angsur kembali ke kampung sejak kemarin. 

Sedangkan untuk kondisi di Yigi, situasi kampung masih sepi hanya beberapa warga yang bertahan di kampung sementara sebagian masyarakat masih berlindung di hutan.

Aidi juga menepis terkait  adanya kabar penyerangan udara menggunakan bom yang dilakukan pasukan TNI sehingga menyebabkan warga sipil tewas. Ia menegaskan bahwa TNI tidak pernah menggunakan serangan bom.

''TNI hanya menggunakan senjata standar pasukan infantri yaitu senapan perorangan yang dibawa oleh masing-masing prajurit. Media dan warga juga bisa melihat bahwa alutsista yang digunakan TNI hanya helly angkut jenis bell dam MI-17. Tidak ada helly serang apalagi pesawat tempur atau pesawat pengebom,'' katanya.

Ia juga menambahkan sampai saat ini TNI belum pernah melakukan serangan, sebaliknya pada saat melaksanakan upaya evakuasi, Aidi mengaku justru  KKSB yang menyerang Tim Evakusi sehingga, terjadi kontak tembak dan mengakibatkan satu orang anggota Brimob menderita luka tembak.

''Perlu juga kami gambarkan bahwa lokasi pembantaian di bukit puncak Kabo adalah kawasan hutan yang terletak sekitar 4-5 km dari pinggir kampung terdekat. Jadi bila ternyata ada laporan telah jatuh korban akibat kontak tembak tersebut maka dapat dianalisa bahwa korbannya bukan warga sipil murni tapi mungkin saja mereka adalah bagian pelaku yang telah melaksanakan pembantaian,'' ucapnya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww