Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
Kesehatan
12 jam yang lalu
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
2
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar 'Bokep' Eks Kontributor Majalah Dewasa
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar Bokep Eks Kontributor Majalah Dewasa
3
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
Hukum
10 jam yang lalu
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
4
Cek Persiapan New Normal, Satgas Lawan Covid-19 DPR Sambangi Kadin
Politik
13 jam yang lalu
Cek Persiapan New Normal, Satgas Lawan Covid-19 DPR Sambangi Kadin
5
Eks Kontributor Playboy Jadi Dirut TVRI, Hidayat: Dewas Kangkangi TAP MPR Etika Kehidupan Berbangsa
Politik
14 jam yang lalu
Eks Kontributor Playboy Jadi Dirut TVRI, Hidayat: Dewas Kangkangi TAP MPR Etika Kehidupan Berbangsa
6
Penerapan New Normal Sekolah, Pemkab Siak Tunggu Petunjuk Pusat
Peristiwa
12 jam yang lalu
Penerapan New Normal Sekolah, Pemkab Siak Tunggu Petunjuk Pusat

Ingat, Supermoon Terbesar dan Paling Terang Terjadi Besok Malam

Ingat, Supermoon Terbesar dan Paling Terang Terjadi Besok Malam
Ilustrasi supermoon. (myfox8.com)
Senin, 18 Februari 2019 15:08 WIB
JAKARTA - Fenomena alam langka, yakni supermoon atau peristiwa ketika posisi Bulan terdekat ke Bumi kembali akan terjadi 19 Februari 2019. Supermoon besok malam merupakan yang terbesar, paling terang dan paling dekat.

Dikutip dari suara.com yang melansir dari Earthsky, tahun 2019 ini sebenarnya akan terjadi Supermoon sebanyak tiga kali yang bertepatan dengan fase bulan purnama.

Masing-masing akan terjadi pada tanggal 21 Januari, 19 Februari dan 21 Maret 2019. Dari ketiganya, bulan purnama pada 19 Februari akan menjadi supermoon terbesar dan terdekat pada tahun ini.

Namun, tidak semua bulan purnama yang berada disebut sebagai supermoon. Bulan purama dapat didefinisikan sebagai supermoon bila berada pada jarak sekitar 90 persen dari titik terdekatnya dengan Bumi.

Pengertian ini dicetuskan pertama kali oleh Richard Nolle pada tahun 1979. Dengan kata lain, setiap bulan purnama yang mencapai jarak minimal 362.000 kilometer atau kurang dari Bumi, yang diukur dari pusat Bulan ke pusat Bumi, dapat disebut sebagai supermoon.

Supermoon pada 19 Februari sendiri diperkirakan akan mecapai jarak kurang lebih sekitar 356.846 kilometer dari Bumi. Nantinya, Supermoon diprediksi akan terjadi pada pukul 16:06 waktu setempat di Indonesia. Sayangnya, pada waktu tersebut bulan purnama belum terbit di seluruh langit Indonesia.

Sementara, menurut time.com, sebagian orang juga mengatakan bahwa fenomena ini disebut dengan Super Snow Moon, istilah snow moon atau Bulan salju sendiri berasal dari cerita bersejarah yang diberikan oleh suku asli Amerika tertentu kepada Bulan purnama kedua musim dingin. Disebut sebagai Bulan salju juga karena hujan salju lebat akan terjadi.

Supermoon 19 Februari 2019 akan membuat bulan purnama tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang daripada bulan purnama lainnya dalam setahun.***

Editor:hasan b
Sumber:suara.com
Kategori:Ragam

wwwwww