Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
4 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
5 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026

Kabur dari Penyanderaan Abu Sayyaf, WNI Tenggelam di Laut dan Tewas

Kabur dari Penyanderaan Abu Sayyaf, WNI Tenggelam di Laut dan Tewas
Ilustrasi korban tenggelam. (kompas.com)
Sabtu, 06 April 2019 16:27 WIB
JAKARTA - Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Hariadin tenggelam dan tewas di perairan Pulau Simisa, Provinsi Sulu, Filipina Selatan, Jumat (5/4). Hariadin teggelam saat berusaha kabur dari penyanderaan Abu Sayyaf, kelompok bersenjata di Filipina Selatan.

Dikutip dari kumparan, nasib nelayan tersebut sempat samar setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam. Keterangan mengenai tewasnya Hariadin disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir.

''Pada Jumat, 5 April 2019 sekitar pukul 18.00, seorang WNI atas nama Hariadin yang disandera oleh kelompok bersenjata di Filipina Selatan meninggal dunia di perairan Pulau Simisa,'' sebut Arrmanatha dalam keterangan pers, Sabtu (6/4).

''Hariadin meninggal akibat tenggelam di laut setelah terbebas dari penyanderaan,'' sambung dia.

Arrmanatha mengatakan, Hariadin kabur dari penculikan Abu Sayyaf bersama seorang WNI lainnya, Heri Ardiansyah. Mereka berdua melarikan diri saat militer Filipina menyergap persembunyian Abu Sayyaf di pulau tersebut.

''Hariadin bersama WNI sandera lainnya Heri Ardiansyah berusaha berenang ke Pulau Bangalao guna menghindari terkena serangan angkatan bersenjata Filipina terhadap penyandera,'' ucapnya.

Heri dan Hariadin diketahui tinggal di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dan di Sandakan. Mereka diculik Abu Sayyaf pada Desember lalu.***

Editor:hasan b
Sumber:kumparan.com
Kategori:Ragam
wwwwww