Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur

Alasan Anies Baswedan Bebaskan PBB, Banyak Pejuang Kemerdekaan Terusir karena Tak Sanggup Bayar Pajak

Alasan Anies Baswedan Bebaskan PBB, Banyak Pejuang Kemerdekaan Terusir karena Tak Sanggup Bayar Pajak
Anies Baswedan. (wowkeren.com)
Sabtu, 01 Juni 2019 10:37 WIB
JAKARTA - Pancasila hanya muncul dalam teks bila tidak serius mengoreksi banyak hal tentang prinsip keadilan dalam kebijakan-kebijakan.

Hal itu ditegaskan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dalam sambutannya saat memimpin upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/6) pagi.

''Kalau kita tidak secara serius mengoreksi banyak hal tentang prinsip keadilan dalam kebijakan-kebijakan dalam keseharian kita, yang dikatakan sebagai Pancasila hanya muncul dalam teks,'' ujar Anies, seperti dikutip dari republika.co.id.

Anies mengingatkan, pemerintah beserta masyarakat memiliki tanggung jawab, tak hanya melaksanakan hal-hal yang tertulis dalam Pancasila, tetapi juga langkah nyata untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila.

Anies memaparkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melaksanakan prinsip keadilan dengan membebaskan pajak bumi dan bangunan (PBB). Alasannya, menurut dia, banyak para pejuang kemerdekaan dan keturunannya terusir dari rumahnya karena tak mampu membayar pajak.

''Orangtuanya memperjuangkan kemerdekaan tanah ini dan anak cucunya tak bisa tinggal di tanah yang mereka tempati dari dulu. Sebuah ironi Ibu Kota,'' kata Anies.

Kebijakan lainnya, menurut Anies, Pemprov DKI menghentikan operasi yustisi (justicia) atau kependudukan. Operasi yustisi biasanya digencarkan setelah Lebaran, ketika orang dari luar kota banyak datang untuk mencari kehidupan yang lebih baik di Ibu Kota.

Menurut Anies, tak ada larangan masyarakat untuk mencari pekerjaan di luar tempat tinggalnya atau asalnya. Ia mengatakan, DKI Jakarta yang terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia.

''Ini prinsip dasar keadilan, kesempatan yang sama bagi warga negara di mana saja untuk mendapatkan pekerjaan di mana saja, termasuk di Ibu Kota,'' ujar Anies. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww