Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
21 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
21 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
20 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
20 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
21 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
6
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
21 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa

Derita Kanker Langka, Dokter Malah Katakan Sembelit, Gadis 3 Tahun Meninggal dalam Pelukan Ibunya

Derita Kanker Langka, Dokter Malah Katakan Sembelit, Gadis 3 Tahun Meninggal dalam Pelukan Ibunya
Aoife Flanagan-Gibb. (thesun.co.uk)
Jum'at, 06 September 2019 20:01 WIB
ESSEX - Aoife Flanagan-Gibb, gadis berusia tiga tahun asal Essex, Inggris, menghembuskan nafas terakhirnya dalam pelukan ibunya. Bocah itu meninggal karena kanker yang dideritanya tak segera mendapatkan pengobatan karena dokter salah diagnosis.

''Dia keluar masuk rumah sakit dengan berbagai infeksi dan masalah, tetapi mereka terus mengatakan pada kami bahwa anak itu terkena sembelit yang umum,'' kata sang ibu, Eilish seperti dikutip dari liputan6.com yang melansir New York Post pada Jumat (6/9/2019).

Gadis kecil yang memelihara kuda poni itu awalnya mengeluh sakit perut. Dia dibawa ke dokter umum dan konsultan 11 kali dalam seminggu. Eilish tahu ada sesuatu yang tidak benar dengan putrinya.

Salah Diagnosis

Eilish bercerita, dokter mengatakan bahwa Aofie tidak makan dengan benar dan butuh lebih banyak olahraga. Namun, hal itu dibantah sang ibu.

''Dia memiliki kuda dan menungganginya satu kali setiap hari,'' kata Eilish.

Hingga akhirnya, pemeriksaan lebih lanjut di Great Ormond Street Hospital mengungkapkan gadis yang menyukai karakter dari film Frozen itu memiliki kanker yang cukup langka yaitu tumor sel germinal.

''Dia memiliki tumor besar di hatinya dan menghalangi ususnya.''

Terlambat Ditolong

Seharusnya, kemoterapi masih bisa menyelamatkan gadis itu, tapi diagnosisnya sudah terlambat. Lima hari kemudian, Aofie terkena serangan jantung. Ia meninggal dalam pelukan ibunya.

Kepada Mirror, Denise Townsend dari Southend University Hospital, tempat Aofie diperiksa mengatakan pihaknya turut berduka cita dan meminta maaf atas apa yang terjadi dengan anak itu.

''Kami melakukan proses peninjauan formal yang melibatkan semua agen. Peninjauan ini sedang berlangsung jadi kami tidak dapat berkomentar lebih jauh saat ini,'' kata Townsend.

Dia menambahkan, pihaknya juga terbuka melakukan komunikasi dengan Eilish tentang masalah itu.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww