Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
21 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
2
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
MPR RI
20 jam yang lalu
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
3
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
4
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Umum
21 jam yang lalu
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
5
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
DPR RI
20 jam yang lalu
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
6
Soal Pemekaran Wilayah, Nono Sampono: Kalimantan Sama Penting dengan Papua
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Soal Pemekaran Wilayah, Nono Sampono: Kalimantan Sama Penting dengan Papua

Rusuh di Wamena, Korban Tewas 22 Orang, Satu Keluarga Terjebak dalam Rumah yang Dibakar Massa

Rusuh di Wamena, Korban Tewas 22 Orang, Satu Keluarga Terjebak dalam Rumah yang Dibakar Massa
Kerusuhan di Wamena, Senin (23/9). (liputan6.com)
Selasa, 24 September 2019 11:26 WIB
PAPUA - Kerusuhan yang pecah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (23/9/2019), menyebabkan 22 warga sipil meninggal dunia.

Dikutip dari liputan6.com, Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal lewat pesan singkat, Selasa (24/9/2019), membenarkan bahwa jumlah korban tewas akibat kerusuhan di Wamena sebanyak 21 orang.

''22 meninggal dunia, 1 di rumah sakit yang kritis,'' tutur AM Kamal.

Kamal menyebut, dari puluhan korban tewas tersebut, ada diantaranya yang terjebak dalam bangunan yang terbakar.

''Mereka satu keluarga yang terjebak, dibakar massa rumahnya,'' jelas Kamal.

Sementara itu, ribuan masyarakat di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, mengungsi ke markas polisi dan TNI sejak Senin, 23 September 2019. Mereka mengungsi karena kerusuhan anarkistis yang terjadi di kota tersebut.

''Ada ribuan masyarakat mengungsi di Mapolsek, Mapolres dan Kodim. Sampai Selasa pagi ini mereka masih mengungsi,'' ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal kepada Liputan6.com.

Menurut dia, ada kemungkinan mereka akan kembali ke rumah masing-masing karena situasi keamanan di Wamena sudah kondusif.

Terus Berpatroli

Sementara ini, anggota Polri dan TNI terus berpatroli serta berjaga di permukiman warga. Penjagaan dilakukan untuk menghindari adanya kejadian tak diinginkan yang merugikan masyarakat kembali terjadi.

''Jadi anggota kita dan TNI, selain di objek vital, juga mengamankan perkampungan dengan patroli dan penjagaan. Ini untuk mencegah upaya pembakaran dan penjarahan barang-barang di rumah warga yang ditinggalkan untuk mengungsi,'' kata Kamal soal situasi di Wamena.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww