Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
20 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
21 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
20 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
20 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
‎Sampah Jakarta Berkurang 500 Ton per Hari, DKI-Bekasi Perkuat Kerja Sama Bantargebang
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎Sampah Jakarta Berkurang 500 Ton per Hari, DKI-Bekasi Perkuat Kerja Sama Bantargebang

Ubur-ubur Bluebottle Terdampar di Pantai Pariaman, Sengatannya Bisa Mematikan, Wisatawan Diimbau Hindari

Ubur-ubur Bluebottle Terdampar di Pantai Pariaman, Sengatannya Bisa Mematikan, Wisatawan Diimbau Hindari
Ubur-ubur bluebottle terdampar di sepanjang pantai di Kota Pariaman. (tempo.co)
Minggu, 06 Oktober 2019 19:00 WIB
PARIAMAN - Ubur-ubur bluebottle terdampar di sepanjang pantai di Kota Pariaman, Sumatera Barat, sejak beberapa hari lalu.

Dikutip dari tempo.co, Wali Kota Pariaman Genius Umar mengimbau warga dan wisatawan yang datang ke pantai Pariaman menghindari ubur-ubur bluebottle tersebut, karena sengatannya membahayakan.

''Dalam beberapa hari terakhir ubur-ubur jenis bluebottle terdampar di pantai Pariaman,'' kata Genius di Pariaman, Ahad (6/10/2019).

Diungkapkan Genius, beberapa waktu lalu sejumlah nelayan di Kota Pariaman harus dirawat di rumah sakit setelah tersengat ubur-ubur tersebut.

Ia mengatakan ubur-ubur tersebut tiba di Pariaman karena terbawa arus laut.

''Ini fenomena alam biasa dan telah terjadi sebelumnya. Saya rasa warga sudah beradaptasi dengan fenomena ini,'' katanya.

Genius akan memerintahkan organisasi perangkat daerah terkait untuk membersihkan pantai dari ubur-ubur tersebut guna menghindarkan warga dan wisatawan dari sengatan hewan laut itu.

Sebelumnya, komunitas Tabuik Diving Club (TDC) di Kota Pariaman menyisir pantai kota itu guna mengumpulkan ubur-ubur jenis bluebottle yang terdampar ke tepi laut di daerah itu.

''Sepanjang 2 kilometer di daerah Desa Ampalu saja ubur-ubur ini yang terkumpul oleh kami telah mencapai 50 ekor,'' kata Ketua TDC Pariaman Tomi Syamsuar.

Ubur-ubur tersebut juga terdampar di daerah objek wisata di Pariaman, di antaranya Pantai Cermin dan Gandoriah.

Penelusuran tersebut dilakukan karena pihaknya tidak ingin warga serta wisatawan tersengat ubur-ubur bluebottle yang sengatannya bisa mematikan itu. ***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:Ragam
wwwwww