Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PDIP Rotasi Ribka Tjiptaning ke Komisi VII Usai Tolak Vaksin
Politik
21 jam yang lalu
PDIP Rotasi Ribka Tjiptaning ke Komisi VII Usai Tolak Vaksin
2
Jika Yakin Bersih, MAKI Tantang Herman Herry dan Ihsan Yunus Berani Datangi KPK
Politik
21 jam yang lalu
Jika Yakin Bersih, MAKI Tantang Herman Herry dan Ihsan Yunus Berani Datangi KPK
3
Aksi Kemanusiaan Korban Gempa, IMI Kirim Tiga Truk Makanan ke Sulbar
Politik
21 jam yang lalu
Aksi Kemanusiaan Korban Gempa, IMI Kirim Tiga Truk Makanan ke Sulbar
4
Soal Calon Ketum PB PASI, Teguh Rahardjo: Itu Wewenang Pemilik Suara
Olahraga
6 jam yang lalu
Soal Calon Ketum PB PASI, Teguh Rahardjo: Itu Wewenang Pemilik Suara
5
Indonesia dalam Adangan Bencana, Srikandi NasDem: "Setiap Elemen Masyarakat dapat Berperan dalam Penanggulangan"
DPR RI
13 jam yang lalu
Indonesia dalam Adangan Bencana, Srikandi NasDem: Setiap Elemen Masyarakat dapat Berperan dalam Penanggulangan
6
Mendagri Beri Masukan Calon Kapolri soal Penegakan Hukum yang Tegas
Nasional
12 jam yang lalu
Mendagri Beri Masukan Calon Kapolri soal Penegakan Hukum yang Tegas

Ubur-ubur Bluebottle Terdampar di Pantai Pariaman, Sengatannya Bisa Mematikan, Wisatawan Diimbau Hindari

Ubur-ubur Bluebottle Terdampar di Pantai Pariaman, Sengatannya Bisa Mematikan, Wisatawan Diimbau Hindari
Ubur-ubur bluebottle terdampar di sepanjang pantai di Kota Pariaman. (tempo.co)
Minggu, 06 Oktober 2019 19:00 WIB
PARIAMAN - Ubur-ubur bluebottle terdampar di sepanjang pantai di Kota Pariaman, Sumatera Barat, sejak beberapa hari lalu.

Dikutip dari tempo.co, Wali Kota Pariaman Genius Umar mengimbau warga dan wisatawan yang datang ke pantai Pariaman menghindari ubur-ubur bluebottle tersebut, karena sengatannya membahayakan.

''Dalam beberapa hari terakhir ubur-ubur jenis bluebottle terdampar di pantai Pariaman,'' kata Genius di Pariaman, Ahad (6/10/2019).

Diungkapkan Genius, beberapa waktu lalu sejumlah nelayan di Kota Pariaman harus dirawat di rumah sakit setelah tersengat ubur-ubur tersebut.

Ia mengatakan ubur-ubur tersebut tiba di Pariaman karena terbawa arus laut.

''Ini fenomena alam biasa dan telah terjadi sebelumnya. Saya rasa warga sudah beradaptasi dengan fenomena ini,'' katanya.

Genius akan memerintahkan organisasi perangkat daerah terkait untuk membersihkan pantai dari ubur-ubur tersebut guna menghindarkan warga dan wisatawan dari sengatan hewan laut itu.

Sebelumnya, komunitas Tabuik Diving Club (TDC) di Kota Pariaman menyisir pantai kota itu guna mengumpulkan ubur-ubur jenis bluebottle yang terdampar ke tepi laut di daerah itu.

''Sepanjang 2 kilometer di daerah Desa Ampalu saja ubur-ubur ini yang terkumpul oleh kami telah mencapai 50 ekor,'' kata Ketua TDC Pariaman Tomi Syamsuar.

Ubur-ubur tersebut juga terdampar di daerah objek wisata di Pariaman, di antaranya Pantai Cermin dan Gandoriah.

Penelusuran tersebut dilakukan karena pihaknya tidak ingin warga serta wisatawan tersengat ubur-ubur bluebottle yang sengatannya bisa mematikan itu. ***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:Ragam
wwwwww