Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ini Kriteria Rektor UIN Suska Pengganti Akhmad Mujahidin Menurut DPR RI
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Ini Kriteria Rektor UIN Suska Pengganti Akhmad Mujahidin Menurut DPR RI
2
Legislator Ini Ajak Tokoh dan Ustazah di Jakarta Berjuang Bersama
Politik
16 jam yang lalu
Legislator Ini Ajak Tokoh dan Ustazah di Jakarta Berjuang Bersama
3
Sosok Gusti Ega Putrawan, Anak Pebisnis Rokok, Pacaran Dikawal TNI
Umum
16 jam yang lalu
Sosok Gusti Ega Putrawan, Anak Pebisnis Rokok, Pacaran Dikawal TNI
4
Langgar Administrasi, Kemenag RI Copot Rektor UIN Suska
Peristiwa
15 jam yang lalu
Langgar Administrasi, Kemenag RI Copot Rektor UIN Suska
5
Kabar Gembira dari Gus Menteri, Pendamping Desa Tak Perlu Kuatir soal Kontrak Kerja
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Kabar Gembira dari Gus Menteri, Pendamping Desa Tak Perlu Kuatir soal Kontrak Kerja
6
Firman Usulkan RUU HIP Tak Masuk Prolegnas 2021
Politik
19 jam yang lalu
Firman Usulkan RUU HIP Tak Masuk Prolegnas 2021

Ayah dan Putrinya Ditangkap karena Gugurkan Janin dan Membuangnya ke Sungai

Ayah dan Putrinya Ditangkap karena Gugurkan Janin dan Membuangnya ke Sungai
Ilustrasi tahanan. (dok)
Rabu, 09 Oktober 2019 07:54 WIB
SURABAYA - Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Bubutan, Surabaya, Jawa Timur, menangkap MS (58) dan EZ (22), karena diduga melakukan aborsi (menggugurkan) janin dan membuang jasadnya ke sungai.

Dikutip dari liputan6.com, Kapolsek Bubutan Surabaya, AKP Priyanto menuturkan, MS dan EZ merupakan ayah dan putrinya, warga Ketandan Baru, Surabaya.

Dikatakan AKP Priyanto, berdasarkan penjelasan dari tersangka MS, dia mengaku awalnya tidak mengetahui jika anaknya sedang hamil. 

''Kedua tersangka tinggal bersama di rumah kos, namun tersangka EZ tidak pernah cerita tentang apa yang dialaminya kepada sang ayah,'' tutur Priyanto di Mapolsek Bubutan, Selasa (8/10/2019). 

Ia menceritakan, tersangka MS mengetahui EZ sedang hamil saat putrinya menangis dan mengerang kesakitan. ''Saat itulah, tersangka EZ mengaku kalau dirinya sedang hamil tua. Bahkan hendak melahirkan,'' kata Priyanto. 

Selanjutnya, tersangka MS membantu mendorong perut EZ. Akhirnya, keluarlah janin yang dikandungnya. Berbekal gunting, kaos serta tas plastik, MS mulai menggunting tali pusar janin. 

Sementara kaos berwarna kuning dan tas plastik digunakan membungkus janin bayi yang sudah tak bernyawa itu. ''Tersangka MS mengaku malu karena anaknya hamil tanpa suami,'' ucap Priyanto. 

Kemudian tersangka MS membungkus janin yang sudah tidak bernyawa tersebut dengan kantong plastik. Janin itu lalu dibuang di sekitaran Sungai Kalimas di Jalan Genteng Surabaya, pada Selasa 16 September 2019.

Sehari setelah dibuang, janin bayi itu ditemukan seorang tukang becak di wilayah Bubutan. Tukang becak itu kemudian melaporkannya ke Polsek setempat. ''Kami kemudian menyelidiki siapa yang membuang janin bayi itu,'' ujar Priyanto.  ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam
wwwwww