Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
19 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
20 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
18 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
18 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
18 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara
Badminton
18 jam yang lalu
Raih Gelar Ganda Putra Bersama Daniel, Rian: Sangat Senang Bisa Bawa Junior Juara

Koma Dua Pekan, Siswa Korban Kerusuhan Saat Demo di DPR Meninggal Sore Tadi

Koma Dua Pekan, Siswa Korban Kerusuhan Saat Demo di DPR Meninggal Sore Tadi
Demo mahasiswa dan siswa di sekitar gedung DPR yang berujung rusuh beberapa waktu lalu. (dok)
Kamis, 10 Oktober 2019 21:12 WIB
JAKARTA - Akbar Alamsyah (19), siswa yang menjadi korban kerusuhan saat demo di sekitar gedung DPR pada 25 September 2019 lalu, meninggal dunia Kamis sore (10/10).

Akbar tutup usia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, setelah sekitar dua pekan dalam kondisi koma.

''Iya mas (meninggal dunia),'' kata Fitri, kakak Akbar, kepada wartawan, Kamis (10/10), seperti dikutip dari merdeka.com.

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Yati Andriyani membenarkan Akbar meninggal dunia. Dia mendapat laporan dari keluarga Akbar.

''Benar. Sekitar satu setengah jam yang lalu keluarga mengabarkan,'' ucapnya.

Pemakaman Akbar dilaksanakan besok pagi. Yati tidak merinci dimana Akbar dikebumikan. ''Sedang diurus keluarga. Pemakaman besok pagi,'' ucapnya..

Untuk diketahui, Akbar Alamsyah (19) sempat dikabarkan hilang usai aksi demonstrasi di Slipi, Palmerah, 25 September lalu, Akbar ditemukan orangtuanya sudah terbaring koma di rumah sakit.

Hingga 8 Oktober, kondisi Akbar masih belum bisa diajak komunikasi. Dia masih terbaring lemah dengan sejumlah selang di tubuh saat menjalani perawatan di ruang Cerebro Intensive Care Unit (CICU) RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, sejak Senin (30/9).

Adang, sang ayah, enggan bicara banyak tentang kronologi Akbar bisa ditemukan koma di rumah sakit. Begitu juga soal apakah Akbar merupakan salah satu dari ribuan orang yang ikut aksi demo atau bukan.

Kondisi kritis Akbar mengundang tuntutan terhadap polisi. Koordinator KontraS, Yati Andriyani meminta polisi mengusut penyebab Akbar koma dan kritis sampai saat ini.

Yati menyampaikan pada Jumat pekan lalu dia dan tim mengunjungi Akbar di RSPAD. Dia menyaksikan kondisi kepala bagian depan dan belakang diperban. Selain itu bibirnya membengkak.

Berdasarkan keterangan keluarga, Yati mengatakan, Akbar sebelumnya dirawat di RS Pelni, Petamburan. Kemudian dibawa ke RS Polri di Kramat Jati dan baru dirujuk ke RSPAD. Keluarga juga belum mengetahui pasti penyebab sampai Akbar koma.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww