Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Drawing Pembagian Grup Piala Menpora 2021 Digelar Pekan Depan
Sepakbola
14 jam yang lalu
Drawing Pembagian Grup Piala Menpora 2021 Digelar Pekan Depan
2
'Database' TNI-Polri Mengonfirmasi Seorang Korban Tewas di Baku Tembak di Mimika adalah Danton TPN OPM
Peristiwa
14 jam yang lalu
Database TNI-Polri Mengonfirmasi Seorang Korban Tewas di Baku Tembak di Mimika adalah Danton TPN OPM
3
Dibekukan OJK, Masyarakat Diminta tidak Gunakan 51 Pinjaman Online Ilegal Berikut Ini
Ekonomi
14 jam yang lalu
Dibekukan OJK, Masyarakat Diminta tidak Gunakan 51 Pinjaman Online Ilegal Berikut Ini
4
PSIS Sukses Rekrut 8 Pemain Yang Jadi Target
Sepakbola
13 jam yang lalu
PSIS Sukses Rekrut 8 Pemain Yang Jadi Target
5
Krisna Bayu Sarankan Lifter Deni Minta Maaf
Olahraga
11 jam yang lalu
Krisna Bayu Sarankan Lifter Deni Minta Maaf
6
Jokowi Cabut Perpres Miras, Fraksi PAN: Langkah Kongkrit Presiden Redam Polemik
Peristiwa
14 jam yang lalu
Jokowi Cabut Perpres Miras, Fraksi PAN: Langkah Kongkrit Presiden Redam Polemik

Sekarang, Pendidikan Tinggi Masuk ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Sekarang, Pendidikan Tinggi Masuk ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Nadiem Makarim
Rabu, 23 Oktober 2019 19:58 WIB
JAKARTA - Pendidikan tinggi kini kembali masuk ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tidak lagi bergabung dengan Kementerian Riset.

Hal itu ditegaskan Menteri Riset Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, di Jakarta, Rabu, Okober 2019.

"Enggak kan itu (pendidikan tinggi) bukan ristek tapi kembali ke asalnya. Cuma sekarang harus bikin yang baru Badan Riset dan Inovasi Nasional," katanya.

Ads

Mendibud dalam kabinet baru adalah pendiri Gojek, Nadiem Makarim.

Pada kabinet periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi, Ditjen Pendidikan Tinggi dikeluarkan dari Kemendikbud dan digabungan dengan Kementerian Riset.

Bambang Brodjonegoro juga mengatakan akan menyiapkan Badan Riset dan Inovasi Nasional sesuai amanat Undang-Undang tentang Sistem Penelitian.

Ia mengatakan badan itu harus dibentuk sehingga riset-riset yang ada di Indonesia terutama di organisasi pemerintah lebih terorganisasi.

Ketika ditanya apakah akan ada penghimpunan dana riset, dia mengatakan pihaknya akan memperhatikan amanat UU tentang Penelitian.

"Dan saya cari tahu dari pihak internal," kata mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas itu.

Menurut dia, dengan lembaga baru itu maka tidak hanya berhenti di riset tapi berlanjut ke inovasinya.

Ia juga mengatakan Dana Riset Abadi nantinya akan dikelola badan itu. "Nanti dikelola di situ, kalau tidak salah Rp900 miliar tahap pertama," katanya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:tempo.co
Kategori:Ragam
wwwwww