Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
21 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
21 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
21 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini

Sempat Merasa Lucu, Ini Alasan Nadiem Makarim Terima Jabatan Mendikbud

Sempat Merasa Lucu, Ini Alasan Nadiem Makarim Terima Jabatan Mendikbud
Mendikbud Nadiem Makarim. (tempo.co)
Rabu, 06 November 2019 17:21 WIB
JAKARTA - Nadiem Makarim mengaku sempat merasa lucu ketika Presiden Joko Widodo (Widodo) meminta dirinya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

''Mengapa saya, karena ini lucu, saya mempertanyakan kepada Pak Jokowi, kenapa saya? Yakin? Tapi ada dua hal,'' ujar Nadiem dalam rapat kerja Kemdikbud dengan anggota DPR Komisi X di Komplek Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019), seperti dikutip dari tempo.co.

''Beliau beberapa kali bertemu selalu memberikan masukan akan seperti apa perubahan teknologi dan dari sisi kebijakan bagaimana menghadapi industri 4.0,'' sambungnya.

Dari semua diskusi yang dilakukan Nadiem dan jokowi, selalu berakar pada sumber daya manusia (SDM) unggul. Menurut Nadiem, meskipun dirinya berasal dari bidang teknologi, tapi dia fokus pada SDM, ketika mendirikan perusahan GoJek yang sudah berkembang sekarang. ''Semuanya manusianya,'' katanya.

Berawal dari itu, Nadiem menambahkan, timbul ide-ide bahwa semua permasalahan masa depan bisa ditangani jika SDM mempunyai karakteristik. Ada adabtibility, flexibility, kemampuan kerja sama tim, dan kemampuan berkomunikasi.

''Ini kalau kita gabungkan akan menjadi manusia yang bisa menghadapi masa depan. Saya meyakini perubahan akan semakin cepat. Jadi satu-satunya hal yang pasti adalah perubahan harus dipercepat,'' kata Nadiem.

Sehingga, tutur Nadiem, kemampuan belajar dan kemauan itu adalah kompetensi terpenting dan punya karakter moralitas untuk terus memperbaikinya. ''Berdasar diskusi itulah mungkin Presiden berfikir bahwa passion saya di SDM,'' kata mantan CEO GoJek itu.

Kemudian, di bidang pekerjaanya, Nadiem juga melakukan inovasi, menciptakan suatu ruangan bekerja yang sifatnya inovatif.

Nadiem juga menyampaikan pesan Jokowi bahwa pendidikan di Indonesia memerlukan adanya lompatan. Untuk mencapai lompatan itu, Nadiem berujar, pasti ada kegagalan, tapi jika diam di tempat itu adalah kegagalan sebenarnya. ''Jadi harus maju,'' kata dia.

Sedangkan kenapa menerimanya, Nadiem menjelaskan bahwa ketika diberi amanah oleh presiden dirinya sadar bahwa alasannya adalah memajukan Indonesia sehingga bisa dikenal di panggung dunia. ''Itu alasan saya mendirikan perusahaan itu (GoJek). Belum 100 persen, tapi sudah sedikit berhasil untuk dihormati negara lain,'' ujar Nadiem.

Nadiem sadar dengan mendapatkan amanah itu, maka akan jauh lebih besar perannya untuk memajukan Indonesia. ''Karena apapun masalahnya kalau pemuda bisa menangani perubahan itu semua, masalah bisa ditangani sehingga untuk itu harus melalui generasi baru,'' tutur Nadiem.***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:Ragam
wwwwww