Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
Nasional
20 jam yang lalu
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
2
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
MPR RI
21 jam yang lalu
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
3
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
Olahraga
5 jam yang lalu
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
4
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
Kesehatan
13 jam yang lalu
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
5
Pengamanan Aksi Demo Tolak Ciptaker Diminta Tak Gunakan Peluru Tajam
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Pengamanan Aksi Demo Tolak Ciptaker Diminta Tak Gunakan Peluru Tajam
6
Polisi Tangkap Penyebar Daring Undangan Kerusuhan Demo Tolak Ciptaker
Hukum
10 jam yang lalu
Polisi Tangkap Penyebar Daring Undangan Kerusuhan Demo Tolak Ciptaker

Sempat Merasa Lucu, Ini Alasan Nadiem Makarim Terima Jabatan Mendikbud

Sempat Merasa Lucu, Ini Alasan Nadiem Makarim Terima Jabatan Mendikbud
Mendikbud Nadiem Makarim. (tempo.co)
Rabu, 06 November 2019 17:21 WIB
JAKARTA - Nadiem Makarim mengaku sempat merasa lucu ketika Presiden Joko Widodo (Widodo) meminta dirinya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

''Mengapa saya, karena ini lucu, saya mempertanyakan kepada Pak Jokowi, kenapa saya? Yakin? Tapi ada dua hal,'' ujar Nadiem dalam rapat kerja Kemdikbud dengan anggota DPR Komisi X di Komplek Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019), seperti dikutip dari tempo.co.

''Beliau beberapa kali bertemu selalu memberikan masukan akan seperti apa perubahan teknologi dan dari sisi kebijakan bagaimana menghadapi industri 4.0,'' sambungnya.

Dari semua diskusi yang dilakukan Nadiem dan jokowi, selalu berakar pada sumber daya manusia (SDM) unggul. Menurut Nadiem, meskipun dirinya berasal dari bidang teknologi, tapi dia fokus pada SDM, ketika mendirikan perusahan GoJek yang sudah berkembang sekarang. ''Semuanya manusianya,'' katanya.

Ads

Berawal dari itu, Nadiem menambahkan, timbul ide-ide bahwa semua permasalahan masa depan bisa ditangani jika SDM mempunyai karakteristik. Ada adabtibility, flexibility, kemampuan kerja sama tim, dan kemampuan berkomunikasi.

''Ini kalau kita gabungkan akan menjadi manusia yang bisa menghadapi masa depan. Saya meyakini perubahan akan semakin cepat. Jadi satu-satunya hal yang pasti adalah perubahan harus dipercepat,'' kata Nadiem.

Sehingga, tutur Nadiem, kemampuan belajar dan kemauan itu adalah kompetensi terpenting dan punya karakter moralitas untuk terus memperbaikinya. ''Berdasar diskusi itulah mungkin Presiden berfikir bahwa passion saya di SDM,'' kata mantan CEO GoJek itu.

Kemudian, di bidang pekerjaanya, Nadiem juga melakukan inovasi, menciptakan suatu ruangan bekerja yang sifatnya inovatif.

Nadiem juga menyampaikan pesan Jokowi bahwa pendidikan di Indonesia memerlukan adanya lompatan. Untuk mencapai lompatan itu, Nadiem berujar, pasti ada kegagalan, tapi jika diam di tempat itu adalah kegagalan sebenarnya. ''Jadi harus maju,'' kata dia.

Sedangkan kenapa menerimanya, Nadiem menjelaskan bahwa ketika diberi amanah oleh presiden dirinya sadar bahwa alasannya adalah memajukan Indonesia sehingga bisa dikenal di panggung dunia. ''Itu alasan saya mendirikan perusahaan itu (GoJek). Belum 100 persen, tapi sudah sedikit berhasil untuk dihormati negara lain,'' ujar Nadiem.

Nadiem sadar dengan mendapatkan amanah itu, maka akan jauh lebih besar perannya untuk memajukan Indonesia. ''Karena apapun masalahnya kalau pemuda bisa menangani perubahan itu semua, masalah bisa ditangani sehingga untuk itu harus melalui generasi baru,'' tutur Nadiem.***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:Ragam
wwwwww