Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bicara Tenis Meja, Ling Ling Agustin: Itu Banyolan Doang
Olahraga
17 jam yang lalu
Bicara Tenis Meja, Ling Ling Agustin: Itu Banyolan Doang
2
Krisna Bayu Sarankan Lifter Deni Minta Maaf
Olahraga
24 jam yang lalu
Krisna Bayu Sarankan Lifter Deni Minta Maaf
3
Kapolda Jabar dan Muspida Bandung Ditemui OC Piala Menpora 2021
Olahraga
16 jam yang lalu
Kapolda Jabar dan Muspida Bandung Ditemui OC Piala Menpora 2021
4
Ternyata Deni dan Eko Sudah Bikin Janji Tampil Habis-habisan
Olahraga
21 jam yang lalu
Ternyata Deni dan Eko Sudah Bikin Janji Tampil Habis-habisan
5
Soal Pencoretan dari Pelatnas, Deni: Saya Tak Pernah Dapat Surat Teguran
Olahraga
21 jam yang lalu
Soal Pencoretan dari Pelatnas, Deni: Saya Tak Pernah Dapat Surat Teguran
6
Aturan Investasi Miras Dicabut, Gelora Apresiasi Presiden
Politik
19 jam yang lalu
Aturan Investasi Miras Dicabut, Gelora Apresiasi Presiden

Pengamat Sebut Tito Ditunjuk Jadi Mendagri karena Sukses Amankan Kepentingan Jokowi Saat Pilpres

Pengamat Sebut Tito Ditunjuk Jadi Mendagri karena Sukses Amankan Kepentingan Jokowi Saat Pilpres
Mendagri Tito Karnavian. (tribunnews)
Jum'at, 25 Oktober 2019 10:04 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam Kabinet Indonesia Maju. Tito dipercaya sebagai Mendagri setelah gagal mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan saat dirinya menjabat Kapolri.

Dikutip dari kompas.com, pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai Jokowi mencoba menyelamatkan Tito atas kegagalannya mengungkap kasus Novel Baswedan.

''Ini juga upaya penyelamatan Pak Tito biar nama beliau menjadi tetap terjaga dengan ketidakberhasilan mengungkap kasus Novel Baswedan,'' kata Bambang ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (24/10/2019).

Ads

Seperti diketahui, Polri telah membentuk tim teknis untuk menindaklanjuti temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam mengusut kasus Novel.

Hingga melewati batas waktu yang diberikan Jokowi pada 19 Oktober 2019, kasusnya belum juga terungkap.

Di sisi lain, Bambang juga menilai bahwa pemberian jabatan menteri tersebut merupakan sebuah penghargaan Jokowi kepada Tito.

Menurut Bambang, hal itu ada kaitannya dengan kesuksesan Tito menjamin keamanan selama Pemilu 2019.

''Saya melihatnya ini menjadi reward dari Presiden Jokowi karena Pak Tito berhasil menciptakan rasa aman dalam Pilpres dan Pemilu kemarin,'' ujar dia.

''Menciptakan rasa aman ini juga mempunyai arti lain, dalam arti mengamankan kepentingan Pilpres, kepentingan Pak Jokowi begitu. Makanya ini menjadi reward dari Pak Jokowi ke Pak Tito,'' kata Bambang lagi. 

Jenderal (Pol) Purnawirawan Tito Karnavian telah mengundurkan diri dari keanggotaan Kepolisian RI (Polri).

Pernyataan pengunduran diri tersebut diserahkan ke DPR bersamaan dengan surat Presiden Joko Widodo terkait permintaan pemberhentian Tito sebagai Kapolri.

Kini, Tito telah resmi dilantik sebagai Menteri Dalam Negeri menggantikan Tjahjo Kumolo. ***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww