Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dipaksa Oral Seks, Sekretaris Mengaku Tak Berani Melawan Bos Bank Internasional
Hukum
19 jam yang lalu
Dipaksa Oral Seks, Sekretaris Mengaku Tak Berani Melawan Bos Bank Internasional
2
Paksa Sekretaris Oral Seks saat Sembahyang, Bos Bank, Jimmy: Saya Lagi Mabuk Pak
Hukum
19 jam yang lalu
Paksa Sekretaris Oral Seks saat Sembahyang, Bos Bank, Jimmy: Saya Lagi Mabuk Pak
3
Dukung KLB, Barisan Massa Demokrat Minta AHY Mundur dari Jabatan Ketum
Politik
20 jam yang lalu
Dukung KLB, Barisan Massa Demokrat Minta AHY Mundur dari Jabatan Ketum
4
Terangsang saat Kantor Sepi, Bos Bank Jimmy Cabuli 2 Sekretarisnya di Kantor
Peristiwa
19 jam yang lalu
Terangsang saat Kantor Sepi, Bos Bank Jimmy Cabuli 2 Sekretarisnya di Kantor
5
Siarkan Konten Horor di Rumah Kosong, Bigo Live Gandeng Raffi Ahmad
Peristiwa
20 jam yang lalu
Siarkan Konten Horor di Rumah Kosong, Bigo Live Gandeng Raffi Ahmad
6
Cabut Perpres Miras, Jokowi Dianggap Tunjukkan Sikap Demokratis
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Cabut Perpres Miras, Jokowi Dianggap Tunjukkan Sikap Demokratis

Gagal Ungkap Kasus Novel, Malah Ditunjuk Jadi Mendagri, Pengamat: Upaya Jokowi Selamatkan Tito Karnavian

Gagal Ungkap Kasus Novel, Malah Ditunjuk Jadi Mendagri, Pengamat: Upaya Jokowi Selamatkan Tito Karnavian
Mendagri Tito Karnavian. (kompas.com)
Jum'at, 25 Oktober 2019 08:30 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam Kabinet Indonesia Maju. Tito dipercaya sebagai Mendagri setelah gagal mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan saat dirinya menjabat Kapolri.

Dikutip dari kompas.com, pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai Jokowi mencoba menyelamatkan Tito atas kegagalannya mengungkap kasus Novel Baswedan.

''Ini juga upaya penyelamatan Pak Tito biar nama beliau menjadi tetap terjaga dengan ketidakberhasilan mengungkap kasus Novel Baswedan,'' kata Bambang ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (24/10/2019).

Ads

Seperti diketahui, Polri telah membentuk tim teknis untuk menindaklanjuti temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam mengusut kasus Novel.

Hingga melewati batas waktu yang diberikan Jokowi pada 19 Oktober 2019, kasusnya belum juga terungkap.

Di sisi lain, Bambang juga menilai bahwa pemberian jabatan menteri tersebut merupakan sebuah penghargaan Jokowi kepada Tito.

Menurut Bambang, hal itu ada kaitannya dengan kesuksesan Tito menjamin keamanan selama Pemilu 2019.

''Saya melihatnya ini menjadi reward dari Presiden Jokowi karena Pak Tito berhasil menciptakan rasa aman dalam Pilpres dan Pemilu kemarin,'' ujar dia.

''Menciptakan rasa aman ini juga mempunyai arti lain, dalam arti mengamankan kepentingan Pilpres, kepentingan Pak Jokowi begitu. Makanya ini menjadi reward dari Pak Jokowi ke Pak Tito,'' kata Bambang lagi. 

Jenderal (Pol) Purnawirawan Tito Karnavian telah mengundurkan diri dari keanggotaan Kepolisian RI (Polri).

Pernyataan pengunduran diri tersebut diserahkan ke DPR bersamaan dengan surat Presiden Joko Widodo terkait permintaan pemberhentian Tito sebagai Kapolri.

Kini, Tito telah resmi dilantik sebagai Menteri Dalam Negeri menggantikan Tjahjo Kumolo. ***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww