Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atlet Pelatnas Bulutangkis Jalani Enam Test Fisik
Olahraga
18 jam yang lalu
Atlet Pelatnas Bulutangkis Jalani Enam Test Fisik
2
Klarifikasi Komjen Pongrekun terkait Potongan Video: 'Menggunakan Masker Jangan Dipikir Aman'
Umum
15 jam yang lalu
Klarifikasi Komjen Pongrekun terkait Potongan Video: Menggunakan Masker Jangan Dipikir Aman
3
Bapak Ibu Siap-siap Hemat Ya, Listrik dan Gas LPG 3 Kg Mau Naik Lagi Nih!
Peristiwa
17 jam yang lalu
Bapak Ibu Siap-siap Hemat Ya, Listrik dan Gas LPG 3 Kg Mau Naik Lagi Nih!
4
Ditanya Netizen Soal Agama, Komisaris PT Pelni Sebut Dirinya 'Penyembah Galon'
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Ditanya Netizen Soal Agama, Komisaris PT Pelni Sebut Dirinya Penyembah Galon
5
Dedek Bayi Pengidap Omfalokal di Kampar Dapat Bantuan dari Forum Pekanbaru Bertuah
Umum
18 jam yang lalu
Dedek Bayi Pengidap Omfalokal di Kampar Dapat Bantuan dari Forum Pekanbaru Bertuah
6
Ramadan, Jubir Vaksinasi Kemenkes Pastikan Vaksinasi Dilanjutkan
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Ramadan, Jubir Vaksinasi Kemenkes Pastikan Vaksinasi Dilanjutkan

Rusia Ragukan Kematian Pemimpin ISIS Baghdadi, Ini Alasannya

Rusia Ragukan Kematian Pemimpin ISIS Baghdadi, Ini Alasannya
Pemimpin ISIS Al-Baghdadi. (merdeka.com)
Senin, 28 Oktober 2019 17:32 WIB
MOSKOW - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi terbunuh dalam serangan AS di Suriah.

Namun Kementerian Pertahanan Rusia meragukan klaim AS tentang kematian Baghdadi tersebut.

Dikutip dari republika.co.id, Kementerian Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan, tidak ada serangan udara yang tercatat di zona Idlib pada Sabtu (27/10). Hari itu merupakan tanggal yang disinggung sebagai awal operasi penangkapan al-Baghdadi.

Trump mengatakan, helikopter militer AS terbang di atas wilayah yang dikuasai pasukan Rusia dan Suriah sebelum mendarat di kompleks tempat tinggal al-Baghdadi. Sebanyak delapan helikopter dikerahkan untuk membantu keberhasilan operasi yang melibatkan pasukan khusus tersebut.

Pernyataan Rusia mengatakan, Kementerian Pertahanan mengetahui setiap dugaan bantuan melintasnya pesawat Amerika ke wilayah udara zona de-eskalasi Idlib selama operasi ini. Alasan lain yang memperkuat adalah kehadiran al-Baghdadi di daerah itu tidak mungkin terjadi karena wilayah tersebut dikendalikan pemerintah Suriah atau oleh afiliasi Alqaidah yang merupakan saingan ISIS.

Trump mengumumkan, kematian al-Baghdadi diakibatkan bom bunuh diri yang dipicu dari rompinya. Peristiwa itu menelan beberapa korban, termasuk ketiga anaknya dan beberapa anggota keluarganya yang lain.

''Dia (Baghdadi) mencapai ujung terowongan ketika anjing-anjing kami mengejarnya. Dia menyalakan rompinya, membunuh dirinya sendiri dan ketiga anaknya,'' ujar Trump.

Untuk memastikan itu sosok pemimpin ISIS, Trump menyatakan, pasukan AS telah melakukan identifikasi dengan tes DNA. Hasil tes keluar dalam 15 menit kemudian dan hasilnya positif. 

''Dia adalah orang yang sakit dan bejat dan sekarang dia sudah tewas,'' kata Trump. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww