Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
9 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
16 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
3
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
17 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
11 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
14 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
13 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI

Kapolri Larang Pamer Kemewahan, Anggota DPR Sebut Bakal Banyak Istri Polisi Protes

Kapolri Larang Pamer Kemewahan, Anggota DPR Sebut Bakal Banyak Istri Polisi Protes
Kapolri Jenderal Idham Azis. (merdeka.com)
Kamis, 21 November 2019 10:38 WIB
JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Idham Azis melarang polisi pamer kemewahan. Namun menurut anggota Komisi III Arsul Sani, yang suka pamer kemewahan itu justru istri polisi, bukan suaminya.

''Saya tidak bisa menyimpulkan, tapi memang kita akui kalau di media sosial itu justru yang pamer mewah-mewah itu justru istri polisi ya, bukan polisinya,'' ujar Arsul Sani, dalam rapat Komisi III dengan Kapolri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Sementara Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa memuji larangan gaya hidup mewah dari Kapolri tersebut. Meski dengan adanya larangan pamer kemewahan itu, menurut dia, bakal banyak istri polisi yang protes.

''Banyak istri (polisi) protes. Jujur saja, toko bermerek jadi sepi, itu berarti selama ini banyak polisi yang beli. Tapi berkah bagi kita suami-suami, tidak dirongrong istri lagi,'' kata Desmond dalam rapat yang sama.

Idham Azis menyatakan, akan menerapkan gaya hidup sederhana mulai dari dirinya dan keluarganya sendiri. Dia berharap, komitmen ini dapat menjadi contoh untuk anggota Polri lainnya.

''Berapa gaji kita, kalau kita harus mulai itu dari saya dan dari keluarga. Kalau hari ini mulai, besok 36 jajaran ikut. Besoknya 24 Kapolda itu ikut. Tiga bulan kemudian seluruh Kombes ikut. Itu yang saya maksud revolusi mental. Harus kita mulai itu, Pak,'' jelas Idham soal polisi dilarang pamer.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu mengakui kebijakannya tidak dapat menyenangkan semua pihak, termasuk kebijakan pelarangan gaya hidup mewah. Namun, itulah bukti komitmen Polri.

''Soal gaya hidup mewah, memang dalam kebijakan itu tidak bisa memuaskan semuanya,'' kata Idham Azis.

Larangan pamer gaya hidup mewah bagi polisi tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/30/XI/HUM.3.4/2019/DIVPROPAM tentang peraturan disiplin anggota Polri. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww