Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Anis Beri Wejangan untuk Struktur PKS se-Jakarta Timur
Politik
22 jam yang lalu
Anis Beri Wejangan untuk Struktur PKS se-Jakarta Timur
2
Polri Berjanji Tindak Tegas Oknum Brimob yang Jual Senjata ke KKB Papua
Peristiwa
21 jam yang lalu
Polri Berjanji Tindak Tegas Oknum Brimob yang Jual Senjata ke KKB Papua
3
OPM Mengaku Sering Beli Senjata dari Oknum Aparat Indonesia
Peristiwa
18 jam yang lalu
OPM Mengaku Sering Beli Senjata dari Oknum Aparat Indonesia
4
Tanpa TKA, Bangsa Indonesia Mampu Bekerja di Bidang Apapun
Politik
23 jam yang lalu
Tanpa TKA, Bangsa Indonesia Mampu Bekerja di Bidang Apapun
5
Soal Film 'My Flag' Gus Hasyim: Kita Warga NU Saja Jijik Melihatnya
Peristiwa
18 jam yang lalu
Soal Film My Flag Gus Hasyim: Kita Warga NU Saja Jijik Melihatnya
6
Pandemi, Polisi di Tangerang Panen Raya Jagung Hibrida bersama Masyarakat
Ekonomi
18 jam yang lalu
Pandemi, Polisi di Tangerang Panen Raya Jagung Hibrida bersama Masyarakat

6 Tahun Menunggu tanpa Kepastian, Akhirnya Tiga Pengungsi Afghanistan Pulang secara Sukarela dari Pekanbaru

6 Tahun Menunggu tanpa Kepastian, Akhirnya Tiga Pengungsi Afghanistan Pulang secara Sukarela dari Pekanbaru
Kepala Rudenim Pekanbaru Junior Sigalingging (tengah) bersama pengungsi asal Afghanistan yang pulau secara sukarela ke tanah air mereka, dari Kota Pekanbaru, Selasa (26/11/2019). (ANTARA/HO-Rudenim Pekanbaru)
Selasa, 26 November 2019 21:54 WIB
PEKANBARU - Tiga pengungsi luar negeri asal Afghanistan akhirnya pulang ke tanah air mereka secara sukarela setelah bertahun-tahun menunggu tanpa kejelasan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

"Mereka statusnya pengungsi. Sudah bosan menunggu, (akhirnya) pulang mereka. Sudah enam tahun menunggu," kata Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, Junior Sigalingging di Pekanbaru, Selasa.

Junior menjelaskan, pemulangan secara sukarela dilaksanakan berdasarkan surat permohonan kepada IOM (International Organization for Migration), setelah ketiga warga negara Afghanistan tersebut mengajukan untuk dilakukan Pemulangan Secara Suka Rela (Assisted Voluntary Return/AVR).

Ketiga pengungsi tersebut antara lain bernama Ramazan Ali Safari, Ghulam Hussain Bakhsi, dan Abdul Hassan Missbah.

Ketiganya berangkat dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tengerang, menggunakan Pesawat Batik Air dengan kode penerbangan ID6851 pada Selasa pukul 08.25 WIB. Mereka dikawal oleh enam orang petugas Rudenim Pekanbaru.

"Petugas Rudenim Pekanbaru akan membawa mereka terlebih dahulu ke Kedutaan Besar Republik Islam Afghanistan di Jakarta untuk proses administrasi," katanya.

Setelah menyelesaikan proses administrasi, lanjutnya, ketiga imigran tersebut kembali menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan pengawalan petugas dari Rudenim Pekanbaru untuk dilakukan pemulangan dengan menggunakan pesawat maskapai Emirates tanggal 27 November 2019 pukul 00.15 WIB. Pesawat tersebut menuju Dubai International Airport, dan dilanjutkan dengan menggunakan pesawat Emirates pukul 11.00 waktu setempat menuju Kabul International Airport, Afghanistan.

Ia mengatakan dengan pemulangan secara sukarela tersebut, masih ada 990 imigran berstatus pengungsi berada di Riau. Mereka masih ditanggung oleh IOM, dan dalam pengawasan Rudenim Pekanbaru. Ratusan pengungsi tersebut ditempatkan di delapan rumah penampungan di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.

Selain itu, terdapat tujuh imigran yang statusnya gagal mendapatkan suaka dari negara ketiga (final rejected). Mereka juga masih ditanggung oleh IOM dan tinggal bersama pengungsi lainnya di rumah penampungan.

Pada hari Selasa ini, lanjutnya, Rudenim memindahkan satu keluarga pengungsi asal Iran berstatus "final rejected" yang merupakan sepasang suami istri. Mereka dipindahkan dari Wisma Indah Sari ke Wisma Orchid, Pekanbaru.

Keduanya bernama Aredishir Guarbanzade dan Shahnaz Saharipieor, yang sudah sekitar lima tahun di Indonesia.

"Kedua orang tersebut sebelumnya merupakan pencari suaka yang ditolak status pengungsinya atau final rejected, dan telah berada di Indonesia sejak tanggal 27 Juli 2013," kata Junior Sigalingging. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:antaranews.com
Kategori:Ragam
GoNews 7.000 Muslim Rohingya Akan Direlokasi ke Pulau Tak Layak Huni, Rentan Diterjang Badai
GoNews Hendak Menyeberang ke Malaysia, 35 Imigran Gelap Diamankan dan Dititipkan di Rudenim Pekanbaru
GoNews Kanwil Hukum dan HAM Ingatkankan Dinas Pendidikan Pekanbaru untuk tidak Sekolahkan Anak Pengungsi di SD Negeri
GoNews Jual Kopi di Stadion Pakansari, Pengungsi Palestina Kerap Diusir Satpol PP
GoNews Mengharukan, Shalat Id di Pengungsian, Korban Gempa Lombok Berpelukan Sambil Menangis
GoNews Kapal Pengungsi Karam di Turki dan Tunisia, 20 Tewas, 6 Diantaranya Anak-anak
GoNews Jokowi Kunjungi Pengungsi Muslim Rohingya di Coxs Bazar
GoNews Bangladesh Akan Pulangkan Paksa Pengungsi Rohingya, Militer Ancam Rampas Kartu Jatah Makanan Bila Menolak
GoNews Truk Pengangkut Anak-anak Pengungsi Sinabung ke Sekolah Terguling, 1 Tewas dan Puluhan Luka-luka
GoNews Perahu Bermuatan 600 Pengungsi Tenggelam di Laut Mediterania, 43 Tewas, 400 Orang Hilang
GoNews 9.000 Anak Pengungsi Muslim Berusia di Bawah 18 Tahun Hilang di Jerman, Diduga . . . .
GoNews Bocah Suriah Berusia 7 Tahun Diperkosa Kelompok Geng dalam Tenda Pengungsi di Yunani
GoNews Puasa di Pengungsian, Para Korban Erupsi Sinabung Tetap Semangat Ikuti Daurah Iqra
GoNews Lebih 3 Ribu Pengungsi Pelestina Tewas di Suriah
GoNews 2 Ribu Pengungsi Diselamatkan dari di Lepas Pantai Libiya
GoNews Lagi, Tim Pengabdi FPP UNP Lakukan Program Pengembangan Nagari Binaan di Kawasan Agrowisata Payo Solok
GoNews Isteri Petani di Kapelgam Pessel Ini Dilatih Mengolah Semangka Afkir Menjadi Aneka Produk Olahan Makanan
GoNews Ciptakan Peluang Kerja, Remaja Putri Beserta Ibu-ibu di Maninjau Ini Diberikan Pelatihan Tata Rias dan Mahendi
wwwwww