Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
Internasional
20 jam yang lalu
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
2
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
16 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
3
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
Umum
14 jam yang lalu
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
4
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
Kesehatan
18 jam yang lalu
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
5
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras 'e-Learning'
Pendidikan
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras e-Learning
6
Berisiko Kematian, Eropa Larang Pemakaian Chloroquine Obati Pasien Covid-19, Indonesia Tetap Gunakan
Kesehatan
21 jam yang lalu
Berisiko Kematian, Eropa Larang Pemakaian Chloroquine Obati Pasien Covid-19, Indonesia Tetap Gunakan

Pasukan TNI dan Anggota OPM Kontak Tembak Jumat Siang, 2 Tewas

Pasukan TNI dan Anggota OPM Kontak Tembak Jumat Siang, 2 Tewas
Ilustrasi prajurit TNI. (Int)
Jum'at, 29 November 2019 17:32 WIB
NDUGA - Kontak tembak terjadi antara pasukan TNI dengan anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), di Nduga, Papua, Jumat (29/11/2019) siang.

Dikutip dari sindonews.com, pasukan TNI AD yang kontak tembak dengan KKSB OPM pimpinan Egianus Kogoya itu berasal dari Yonif 514/Sabbada Yudha BKO Kodam XVII/Cenderawasih.

Akibat kontak tembak tersebut, Helikopter Bell HA milik penerbad TNI AD yang akan mendarat di Bandara Nduga Papua, Jumat siang (29/11/2019) harus kembali mengudara dan return to base ke Bandara di Timika Papua.

Berdasarkan sumber sindo, akibat kontak tembak tersebut dua anggota kelompok bersenjata (OPM) pimpinan Egianus Kogoya tersebut tewas dengan kondisi luka tembak di kepala. Namun anggota kelompok bersenjata lainnya langsung membawa mayat dua rekannya tersebut, tapi kedua senjata laras panjang yang dipakai untuk menembaki heli dan aparat TNI tertinggal.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kol Cpl Eko Daryanto membenarkan adanya kontak tembak antara aparat keamanan dengan KKSB di Nduga, Papua.

''Ya benar, ada kontak tembak, informasinya seperti itu, tapi informasi ini masih kita dalami, Setelah lengkap kita akan sampaikan,'' kata Kol Cpl Eko Daryanto kepada SINDOnews, saat dihubungi lewat ponselnya.

Sebelumnya, pasukan TNI yang sedang membongkar muat bahan makanan (bamak) untuk kebutuhan rutin personel yang sedang melaksanakan pengamanan Trans Papua juga ditembaki KKSB OPM pada Rabu (24/4/2019). Penembakan terjadi di halaman Kantor Distrik Nirkuri Kabupaten Nduga usai Helly Bell HA-5179 milik penerbad TNI AD landing. ***

Editor:hasan b
Sumber:Sindonews.com
Kategori:Ragam

wwwwww