Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
21 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
2
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
MPR RI
21 jam yang lalu
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
3
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
4
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Umum
21 jam yang lalu
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
5
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
DPR RI
20 jam yang lalu
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
6
Soal Pemekaran Wilayah, Nono Sampono: Kalimantan Sama Penting dengan Papua
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Soal Pemekaran Wilayah, Nono Sampono: Kalimantan Sama Penting dengan Papua

Pasukan TNI dan Anggota OPM Kontak Tembak Jumat Siang, 2 Tewas

Pasukan TNI dan Anggota OPM Kontak Tembak Jumat Siang, 2 Tewas
Ilustrasi prajurit TNI. (Int)
Jum'at, 29 November 2019 17:32 WIB
NDUGA - Kontak tembak terjadi antara pasukan TNI dengan anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), di Nduga, Papua, Jumat (29/11/2019) siang.

Dikutip dari sindonews.com, pasukan TNI AD yang kontak tembak dengan KKSB OPM pimpinan Egianus Kogoya itu berasal dari Yonif 514/Sabbada Yudha BKO Kodam XVII/Cenderawasih.

Akibat kontak tembak tersebut, Helikopter Bell HA milik penerbad TNI AD yang akan mendarat di Bandara Nduga Papua, Jumat siang (29/11/2019) harus kembali mengudara dan return to base ke Bandara di Timika Papua.

Berdasarkan sumber sindo, akibat kontak tembak tersebut dua anggota kelompok bersenjata (OPM) pimpinan Egianus Kogoya tersebut tewas dengan kondisi luka tembak di kepala. Namun anggota kelompok bersenjata lainnya langsung membawa mayat dua rekannya tersebut, tapi kedua senjata laras panjang yang dipakai untuk menembaki heli dan aparat TNI tertinggal.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kol Cpl Eko Daryanto membenarkan adanya kontak tembak antara aparat keamanan dengan KKSB di Nduga, Papua.

''Ya benar, ada kontak tembak, informasinya seperti itu, tapi informasi ini masih kita dalami, Setelah lengkap kita akan sampaikan,'' kata Kol Cpl Eko Daryanto kepada SINDOnews, saat dihubungi lewat ponselnya.

Sebelumnya, pasukan TNI yang sedang membongkar muat bahan makanan (bamak) untuk kebutuhan rutin personel yang sedang melaksanakan pengamanan Trans Papua juga ditembaki KKSB OPM pada Rabu (24/4/2019). Penembakan terjadi di halaman Kantor Distrik Nirkuri Kabupaten Nduga usai Helly Bell HA-5179 milik penerbad TNI AD landing. ***

Editor:hasan b
Sumber:Sindonews.com
Kategori:Ragam

wwwwww