Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
Lingkungan
17 jam yang lalu
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
2
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
Hukum
9 jam yang lalu
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
3
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
4
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
Ekonomi
14 jam yang lalu
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
5
Spekulasi Dampak Terburuk Pandemi Berakhir sempat Lemahkan Dolar
Ekonomi
14 jam yang lalu
Spekulasi Dampak Terburuk Pandemi Berakhir sempat Lemahkan Dolar
6
Dunia Berubah, Presiden Minta Perwira Muda TNI-Polri Kuasai Teknologi
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Dunia Berubah, Presiden Minta Perwira Muda TNI-Polri Kuasai Teknologi

Gunung Api Meletus, 100 Wisatawan Belum Diketahui Nasibnya

Gunung Api Meletus, 100 Wisatawan Belum Diketahui Nasibnya
Gunung api yang meletus di Pulau Putih, Selandia Baru. (inilah.com)
Senin, 09 Desember 2019 15:15 WIB
JAKARTA - Gunung api yang terletak di lepas pantai Pulau Utara, Selandia Baru, meletus. Sejumlah wisatawan yang berada di sekitar pulau tersebut belum diketahui nasibnya.

Dikutip dari inilah.com, Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan, sedikitnya 100 orang berada di sekitar gunung itu ketika letusan terjadi.

Beberapa wisatawan terlihat sedang berjalan di pinggiran kubah Pulau Putih atau Whakaari, beberapa saat sebelum gunung meletus.

Wali kota setempat mengatakan kepada media lokal bahwa dirinya khawatir akan ada korban-korban cedera.

Whakaari merupakan salah satu gunung berapi teraktif di Selandia Baru.

Meski demikian, pulau itu menjadi destinasi wisata yang cukup populer. Penerbangan yang menawarkan pemandangan gunung berapi pun tersedia bagi turis.

Tayangan langsung yang berasal dari kamera pemantau memperlihatkan sekelompok wisatawan berada di dalam kubah sesaat sebelum tayangan menjadi gelap dan erupsi berlangsung.

''Ini adalah situasi yang terus berkembang, tapi pada tahap ini kami yakin sekitar 100 orang berada di sekitar pulau saat letusan terjadi dan beberapa dari mereka belum diketahui keberadaannya,'' kata Ardern.

''Beberapa orang dilaporkan cedera dan dibawa ke daratan,'' sambungnya.

Letusan yang mengepulkan asap putih berlangsung sekitar pukul 14.30 waktu setempat atau pukul 08.30 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional Selandia Baru mengatakan ''erupsi gunung berapi terjadi di Pulau Putih dan berbahaya berada di kawasan terdekat gunung berapi.''

Laman pemantau bencana geologis, GeoNet, menyebut peralatan pemantau di gunung berapi mengindikasikan ''tidak ada tanda-tanda eskalasi''.

Kepolisian memperingatkan orang-orang yang bermukim di kawasan sekitar gunung berapi ''untuk waspada potensi hujan abu'' dan berada di dalam ruangan.

Letusan gunung berapi di Pulau Putih telah terjadi beberapa kali, namun tidak pernah ada korban jiwa.

Letusan pendek berlangsung pada 2016 dan beberapa letusan lainnya antara 2012-2013. Kala itu, letusan memuntahkan debu vulkanik dan menciptakan kawah baru.***

Editor:hasan b
Sumber:inilah.com
Kategori:Ragam

wwwwww