Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Sebut Sumber Api Kebakaran Lapangan Parkir Senayan City
Peristiwa
19 jam yang lalu
Warga Sebut Sumber Api Kebakaran Lapangan Parkir Senayan City
2
PJJ Belum Efektif, Dede Yusuf Dorong Penguatan
Pendidikan
12 jam yang lalu
PJJ Belum Efektif, Dede Yusuf Dorong Penguatan
3
Generasi Muda Ujung Tombak Pembangunan Nasional
Politik
15 jam yang lalu
Generasi Muda Ujung Tombak Pembangunan Nasional
4
Polisi Siapkan Pengamanan Demo Beruntun di Momentum 'Sumpah Pemuda'
Hukum
18 jam yang lalu
Polisi Siapkan Pengamanan Demo Beruntun di Momentum Sumpah Pemuda
5
Pemerintah Jajaki Kerjasama Penggunaan AI Pantau Taman Nasional Bali Barat
Lingkungan
19 jam yang lalu
Pemerintah Jajaki Kerjasama Penggunaan AI Pantau Taman Nasional Bali Barat
6
Sudah Jerat Belasan Orang, KPK Lanjutkan Pemerikasaan Kasus KTP-el
Hukum
18 jam yang lalu
Sudah Jerat Belasan Orang, KPK Lanjutkan Pemerikasaan Kasus KTP-el

Diduga Bisnis Sabu, Kapolsek Diminta Datang ke Mapolres dan Langsung Ditangkap

Diduga Bisnis Sabu, Kapolsek Diminta Datang ke Mapolres dan Langsung Ditangkap
Ilustrasi sabu-sabu. (int)
Jum'at, 10 Januari 2020 17:45 WIB
KARO - Polres Kabupaten Karo menangkap Kapolsek Payung Iptu Samson Susaei Sembiring (SS) dan anggotanya Brigadir BL. Keduanya diduga terlibat bisnis narkoba.

Dikutip dari merdeka.com, Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Hutajulu mengatakan, setelah diamankan, Iptu SS dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Payung.

''(Yang diamankan) Kapolsek Payung berinisial SS, pangkat Iptu, dia baru dua bulan menjabat sebagai Kapolsek. Dia sudah kita ganti dengan pejabat baru dua hari lalu,'' kata AKBP Benny Hutajulu, Jumat (10/1/2020).

Iptu SS dan Brigadir BL ditangkap setelah tiga pengedar sabu yang diamankan sebelumnya 'bernyanyi'.

Tiga pengedar yang ditangkap sebelumnya yakni DK, GB dan JT. Mereka diringkus di kawasan Payung, Sabtu (28/12). Dalam pengembangan, DK ternyata mengaku mendapatkan sabu itu dari Kapolsek Payung Iptu SS.

''Awalnya kita amankan oknum sipil selaku bandar (DK) dengan barang bukti sabu-sabu kurang lebih 5 gram, (itu) sisanya dari pengakuannya. Ini yang kemudian oknum tersebut menyebutkan Kapolsek Payung dengan satu orang anggota Polsek inisial BL pangkat brigadir,'' sambung Benny.

Polres Tanah Karo pun bertindak. Mereka mendatangi Mapolsek Payung. Namun Iptu SS tidak ada di lokasi.

Iptu SS kemudian dihubungi dan diminta datang ke Mapolres Tanah Karo. ''Dia datang dan kita amankan,'' sebut Benny.

Pelanggaran pidana dan etik yang dilakukan Iptu SS dan Brigadir BL tengah diproses. Keduanya telah diserahkan kepada Bidang Propam Polda Sumut.

''Artinya kami tidak tebang pilih, siapa pun yang melakukan pelanggaran, apalagi personel Polri yang harusnya jadi panutan dan contoh bagi masyarakat, malah sanksinya lebih berat,'' jelas Benny.

Begitupun, lanjut Benny, peran Iptu SS dan Brigadir BL dalam kasus peredaran narkotika ini masih didalami. ''Untuk penanganan kita lakukan asas praduga tidak bersalah. Jadi kalau dari keterangan tersangka yang sipil inisial DK itu menyebutkan ada keterlibatannya, bagaimana selanjutnya sedang kita dalami,'' tutup Benny. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww