Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
22 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
2
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
MPR RI
21 jam yang lalu
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
3
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Umum
22 jam yang lalu
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
4
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
5
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
DPR RI
21 jam yang lalu
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
6
Soal Pemekaran Wilayah, Nono Sampono: Kalimantan Sama Penting dengan Papua
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Soal Pemekaran Wilayah, Nono Sampono: Kalimantan Sama Penting dengan Papua

Diduga Bisnis Sabu, Kapolsek Diminta Datang ke Mapolres dan Langsung Ditangkap

Diduga Bisnis Sabu, Kapolsek Diminta Datang ke Mapolres dan Langsung Ditangkap
Ilustrasi sabu-sabu. (int)
Jum'at, 10 Januari 2020 17:45 WIB
KARO - Polres Kabupaten Karo menangkap Kapolsek Payung Iptu Samson Susaei Sembiring (SS) dan anggotanya Brigadir BL. Keduanya diduga terlibat bisnis narkoba.

Dikutip dari merdeka.com, Kapolres Tanah Karo AKBP Benny Hutajulu mengatakan, setelah diamankan, Iptu SS dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Payung.

''(Yang diamankan) Kapolsek Payung berinisial SS, pangkat Iptu, dia baru dua bulan menjabat sebagai Kapolsek. Dia sudah kita ganti dengan pejabat baru dua hari lalu,'' kata AKBP Benny Hutajulu, Jumat (10/1/2020).

Iptu SS dan Brigadir BL ditangkap setelah tiga pengedar sabu yang diamankan sebelumnya 'bernyanyi'.

Tiga pengedar yang ditangkap sebelumnya yakni DK, GB dan JT. Mereka diringkus di kawasan Payung, Sabtu (28/12). Dalam pengembangan, DK ternyata mengaku mendapatkan sabu itu dari Kapolsek Payung Iptu SS.

''Awalnya kita amankan oknum sipil selaku bandar (DK) dengan barang bukti sabu-sabu kurang lebih 5 gram, (itu) sisanya dari pengakuannya. Ini yang kemudian oknum tersebut menyebutkan Kapolsek Payung dengan satu orang anggota Polsek inisial BL pangkat brigadir,'' sambung Benny.

Polres Tanah Karo pun bertindak. Mereka mendatangi Mapolsek Payung. Namun Iptu SS tidak ada di lokasi.

Iptu SS kemudian dihubungi dan diminta datang ke Mapolres Tanah Karo. ''Dia datang dan kita amankan,'' sebut Benny.

Pelanggaran pidana dan etik yang dilakukan Iptu SS dan Brigadir BL tengah diproses. Keduanya telah diserahkan kepada Bidang Propam Polda Sumut.

''Artinya kami tidak tebang pilih, siapa pun yang melakukan pelanggaran, apalagi personel Polri yang harusnya jadi panutan dan contoh bagi masyarakat, malah sanksinya lebih berat,'' jelas Benny.

Begitupun, lanjut Benny, peran Iptu SS dan Brigadir BL dalam kasus peredaran narkotika ini masih didalami. ''Untuk penanganan kita lakukan asas praduga tidak bersalah. Jadi kalau dari keterangan tersangka yang sipil inisial DK itu menyebutkan ada keterlibatannya, bagaimana selanjutnya sedang kita dalami,'' tutup Benny. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww