Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
DPR RI
20 jam yang lalu
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
2
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
Peristiwa
15 jam yang lalu
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
3
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
4
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
GoNews Group
13 jam yang lalu
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
5
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
Hukum
17 jam yang lalu
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
6
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye
Politik
18 jam yang lalu
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye

Bisa Hafal Alquran 30 Juz dalam 1,5 Bulan, Imelda Fitriana Menangis Bahagia Saat Diwisuda

Bisa Hafal Alquran 30 Juz dalam 1,5 Bulan, Imelda Fitriana Menangis Bahagia Saat Diwisuda
Imelda Fitriana, santriwati yang bisa menghapal 30 juz Alquran hanya dalam waktu 1,5 bulan. (merdeka.com)
Minggu, 12 Januari 2020 13:45 WIB
GARUT - Air mata bahagia mengalir di pipi Imelda Fitriana (16), saat wisuda hafidz dan hafidzah Alquran di Pondok Pesantren Darussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2020).

Ya, Imelda Fitriana, salah satu santriwati Pondok Pesantren Darussalam yang diwisuda bersama 137 temannya, Sabtu. Imelda patut bahagia, karena berhasil menghapal 30 juz Alquran hanya dalam waktu 1,5 bulan.

Ikutip dari merdeka.com, Imelda mengaku, tidak mudah untuk bisa menjadi hafidzah Alquran 30 juz karena rintangannya yang luar biasa. Tantangan dimulai sejak ia masuk kelas khusus yang disiapkan bersama rekan-rekannya yang dipilih harus menyelesaikan hafalan selama dua bulan.

Sebelum masuk ke dalam kelas khusus, Imelda menyebut bahwa hal pertama yang harus disiapkan adalah meluruskan niat.

''Persiapannya yang pertama jelas niatkan pada harkatnya harus karena Allah. Niat kita untuk menjadi lebih baik bisa mengamalkan,'' ujarnya saat ditemui di Pesantren Darussalam Kersamanah, Garut usai wisuda hafidz dan hafidzah Alquran, Sabtu (11/1).

Penuh Tantangan dan Godaan

Santriwati asal Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut ini mengaku bahwa sebetulnya ia sudah mulai melakukan hafalan Alquran sejak ia masuk pondok, atau kelas 1 intensif atau kelas 10 SMA. Namun selama dua bulan mengikuti kelas khusus, ia pun harus mulai melakukan hapalan setiap hari sampai selesai 30 juz.

''Selama dua bulan kita dikhususkan untuk masuk kelas khusus, tidak mengikuti kegiatan pondok selama dua bulan, kemudian setiap minggunya mengadakan penghadapan ijazah sampai mencapai targetnya,'' kata wanita yang bercita-cita menjadi dokter ini.

Tantangan dan godaan, diakui Imelda harus dihadapi, mulai tantangan secara lahiriyah maupun bathiniyah.

''Alhamdulillah Allah selalu mendorong saya untuk menghafal Alquran, akhirnya saya bisa mengkhatamkan Alquran,'' ucapnya.

Imelda bersama 137 rekannya diwisuda karena telah menyelesaikan hafalan Alquran sampai 30 juz. Dalam wisuda, ia bersama rekan-rekannya mendapatkan hadiah dari negara Kuwait, mulai plakat hingga uang tunai USD 100.

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut, KH Asep Solahuddin Mu'thie menyebutkan, bahwa dari 138 santri dan santriwati yang diwisuda hafidz dan hafidzah Quran, 40 di antaranya berasal dari Pesanten Walantaka, Banten. Sisanya yang berjumlah 98 orang adalah santri dan santriwati Pondok Pesantren Darussalam, Kersamanah, Kabupaten garut.

''Ini prosesnya memang tidak mudah, prosesnya cukup panjang. Kita lakukan pembinaan kepada seluruh santri sejak mulai masuk pondok dari tajwid dan tahsinnya dulu. Dan wisuda ini adalah gelombang pertama. Nanti empat tahun ke depan kita akan lakukan wisuda hafidz dan hafidzah di gelombang kedua,'' jelasnya.

Mereka yang menjadi hafidz dan hafidzah, sebutnya, merupakan hasil seleksi dari ribuan santri setelah sudah bisa dasar ilmu Alquran. Setelah terseleksi, para santri pun mengikuti kelas khusus tahfidz yang tidak dipungut biaya sama sekali.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww