Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Edhy Prabowo Tersangka, 'Opung Luhut' Dapat Job Baru sebagai Menteri KKP Ad Interim
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Edhy Prabowo Tersangka, Opung Luhut Dapat Job Baru sebagai Menteri KKP Ad Interim
2
Komaruddin Simanjuntak Tawarkan Konsep Perubahan
Olahraga
18 jam yang lalu
Komaruddin Simanjuntak Tawarkan Konsep Perubahan
3
Duit Suap Benih Lobster Dipakai Edhy Prabowo Beli Tas Hermes, LV hingga Jam Rolex
Peristiwa
10 jam yang lalu
Duit Suap Benih Lobster Dipakai Edhy Prabowo Beli Tas Hermes, LV hingga Jam Rolex
4
DPD RI Minta Percepatan Pembangunan Sirkuit Mandalika dan Penunjangnya
Umum
19 jam yang lalu
DPD RI Minta Percepatan Pembangunan Sirkuit Mandalika dan Penunjangnya
5
Cerita Mantu Jokowi, Dapat Dukungan PAN Gara-gara Irvan Herman
Politik
23 jam yang lalu
Cerita Mantu Jokowi, Dapat Dukungan PAN Gara-gara Irvan Herman
6
Menang Mancing, Jepri Kurniawan Berbagi Rezeki
Sepakbola
13 jam yang lalu
Menang Mancing, Jepri Kurniawan Berbagi Rezeki

Hasil Penelitian Ilmuwan Harvard, Ini Penyebab Wanita Bisa Orgasme 100 Kali Sehari

Hasil Penelitian Ilmuwan Harvard, Ini Penyebab Wanita Bisa Orgasme 100 Kali Sehari
Ilustrasi. (dtc)
Senin, 13 Januari 2020 10:23 WIB
JAKARTA - Orgasme hingga sekitar seratus kali dalam sehari dialami sejumlah wanita di dunia. Kasus tak lazim ini disebut persistent genital arousal disorder (PGAD) atau gangguan gairah genital.

Dikutip dari detik.com, baru-baru ini, para ilmuwan dari Harvard Medical School mengamati 10 pasien dengan PGAD. Dari jumlah tersebut, 9 di antaranya memiliki kondisi tidak wajar pada tulang belakang.

Dalam penelitian tersebut, dokter memberikan dua alternatif pengobatan. Salah satunya dengan memberi obat antidepresan dan yang satunya lagi mengoperasi kista di tulang belakang. Enam di antaranya sembuh.

Dr Saurabh Sharma yang memimpin penelitian itu mengatakan dokter harus selalu mempertimbangkan kerusakan saraf atau masalah sejenis sebelum memberikan terapi psikiatri pada pengidap PGAD.

''Penting untuk mengetahui kondisi medis ini dan bahwa ini adalah terutama masalah neurologis (saraf) dan bukan psikiatri,'' tambah Dr Bruce Price yang juga terlibat dalam penelitian ini, dikutip dari Dailymail.

Kelalaian Dokter Kandungan

Sebelumnya pernah diberitakan, seorang janda tiga anak di Inggris memiliki kondisi yang membuatnya tidak nyaman hingga menyebabkan hidupnya berantakan. Maria (61) mengalami orgasme terus-menerus walaupun tidak tengah melakukan hubungan seksual.

Maria mengidap gangguan gairah genital atau PGAD, kondisi yang disebabkan oleh kerusakan saraf antara vagina dan anus. Kondisi ini telah membingungkan para dokter dan disebut tidak bisa disembuhkan.

''Sebagian besar waktu saya merasa seperti saya duduk di sarang semut. Ada saat-saat di mana itu menggelitik sepanjang hari, tetapi kemudian sesuatu memicunya dan itu adalah orgasme yang penuh,'' ujarnya dikutip dari Daily Mail.

Aktivitas yang biasa seperti mengemudi, turbulensi pesawat terbang atau menaiki eskalator bisa cukup untuk mendorongnya melewati batas dan memicu orgasme. Bahkan musik juga dapat memicunya orgasme. Maria mengatakan, dia mengalami orgasme dari getaran yang disebabkan oleh bermain biola misalnya.

''Sembilan puluh persen dari hidup saya telah hancur dan 10 persen lainnya tidak begitu bagus juga. Saya harus menyerah secara sukarela karena hanya dengan bergerak saja dapat mematikan,'' ungkap Maria.

Kondisinya berkembang sejak September 2017, ia percaya itu dipicu oleh kelalaian dokter saat pemeriksaan ginekologi. Ia mengatakan dokter 'menabrakkan' spekulum atau alat pemeriksaan ke dalam vaginanya. Dua bulan berikutnya, muncul gejala untuk pertama kalinya yang berakhir dengan diagnosis PGAD.

Maria telah mencoba beberapa cara untuk mengobati kondisinya, seperti fisioterapi dasar panggul dan suntikan steroid langsung ke klitorisnya, tetapi tidak ada yang berhasil. Ia pun masih terus mencari jenis pengobatan yang lebih baik.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam
wwwwww