Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ratusan Polisi Terjerat Kasus Narkoba, Kapolri Perintah 'Binasakan'!
Hukum
3 jam yang lalu
Ratusan Polisi Terjerat Kasus Narkoba, Kapolri Perintah Binasakan!
2
Xpander AP4 Juarai Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021
Peristiwa
13 jam yang lalu
Xpander AP4 Juarai Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021
3
Sempat Diblokir, Dukcapil Buka Lagi Hak Akses 34 Lembaga, Intip Nama-Namanya...
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Sempat Diblokir, Dukcapil Buka Lagi Hak Akses 34 Lembaga, Intip Nama-Namanya...
4
Radikalisme Itu Ada, Tapi Tak Setiap yang Berbeda Itu Radikal
Peristiwa
18 jam yang lalu
Radikalisme Itu Ada, Tapi Tak Setiap yang Berbeda Itu Radikal
5
Kian Brutal, KKB Tembak Pengemudi Ojek Asal Bugis hingga Tewas
Peristiwa
9 jam yang lalu
Kian Brutal, KKB Tembak Pengemudi Ojek Asal Bugis hingga Tewas
6
Teknologi Usang Diduga jadi Sebab Meledaknya Kilang Balongan, Ombudsman Tekankan Percepatan Kompensasi Warga
Nasional
14 jam yang lalu
Teknologi Usang Diduga jadi Sebab Meledaknya Kilang Balongan, Ombudsman Tekankan Percepatan Kompensasi Warga

Kontraksi Melahirkan Saat Tunggu Giliran Masuk Ruangan, Yesti Gagal Ikut Tes SKD CPNS

Kontraksi Melahirkan Saat Tunggu Giliran Masuk Ruangan, Yesti Gagal Ikut Tes SKD CPNS
Ilustrasi tes SKD CPNS. (republika.co.id)
Rabu, 05 Februari 2020 12:27 WIB
BANDARLAMPUNG - Yesti Yulianti, gagal mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS), Selasa (4/2/2020). Warga Desa Waylima, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung itu mendadak kontraksi ingin melahirkan saat menunggu giliran masuk ruang ujian.

Dikutip dari republika.co.id, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pesawaran Sunyoto, Yesti dianggap gugur sebagai peserta CPNS karena tidak mengikuti semua proses.

''Peserta CPNS yang tadi mengalami kontraksi karena ingin melahirkan kita anggap gugur karena beliau tidak sampai mengikuti proses yang ada,'' kata Sunyoto, Selasa (4/2).

Ia mengungkapkan, Yesti langsung dibawa ke rumah sakit terdekat dengan ambulans oleh tim kesehatan yang telah disediakan panitia.

Dia menyebutkan dalam pelaksanaan tes di Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di Bandarlampung, panitia telah menyiapkan segala sesuatunya dengan maksimal, termasuk ruang tunggu serta jalur khusus untuk perempuan atau ibu hamil.

''Kami juga telah siapkan ambulans dan kursi roda untuk mereka yang membutuhkan, kalau peserta difabel tidak ada, jadi memang kursi roda dikhususkan untuk perempuan yang sedang mengandung besar,'' jelasnya.

Ia menjelaskan pada tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk Kabupaten Pesawaran akan dibagi menjadi 17 sesi selama empat hari. Sesi pertama pada 2 Februari 2020 ada dua sesi, tanggal tiga dan empat ada lima sesi dan tanggal 5 ada 4 sesi.

''Untuk keseluruhan peserta CPNS ada 9483 peserta dan kuota yang kami dapatkan hanya 230 formasi,'' kata dia.

Salah satu peserta CPNS, Yuyun Meliza mengapresiasi panitia pelaksanaan tes CAT yang telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang sehingga tidak terjadi kendala yang cukup berarti bagi para peserta hingga menyelesaikan soal CAT.

''Fasilitas yang disiapkan cukup baik dibandingkan tahun lalu, baik dari kesiapan panitia yang menyediakan alat bantu bagi ibu hamil dan jalur khususnya, kemudian di dalam ruangannya juga ber AC sehingga peserta bisa nyaman dalam mengerjakan soal tidak panas dan sumpek,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww