Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
Nasional
18 jam yang lalu
MPR Tekankan Pentingnya Waspadai Penularan Covid-19 di Libur Panjang
2
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
MPR RI
19 jam yang lalu
MPR: Revisi UU Otonomi Khusus Papua harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan
3
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
Olahraga
3 jam yang lalu
PBFI Jawa Timur Dapat Pesan dari KASAD
4
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
Kesehatan
11 jam yang lalu
Pemberian Vaksin Covid-19 Didahulukan kepada Kelompok Usia 18 - 59 Tahun, Ini Alasan Pemerintah
5
Pengamanan Aksi Demo Tolak Ciptaker Diminta Tak Gunakan Peluru Tajam
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Pengamanan Aksi Demo Tolak Ciptaker Diminta Tak Gunakan Peluru Tajam
6
Gus Jazil: Semangat Resolusi Jihad Sekarang untuk Melawan Kebodohan dan Kemiskinan 
MPR RI
24 jam yang lalu
Gus Jazil: Semangat Resolusi Jihad Sekarang untuk Melawan Kebodohan dan Kemiskinan 

Sudah Buka Satu, Cikita Tetap Ikuti Tes SKD CPNS, Melahirkan Usai Ujian

Sudah Buka Satu, Cikita Tetap Ikuti Tes SKD CPNS, Melahirkan Usai Ujian
Ilustrasi tes SKD CPNS. (republika.co.id)
Rabu, 05 Februari 2020 14:52 WIB
PROBOLINGGO - Cikita Dwi Kholishotunnur (24 tahun), salah seorang peserta CPNS di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, tetap mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD), Selasa (4/2), meski dalam keadaan hamil dan hampir melahirkan.

Begitu selesai mengerjakan soal tes SKD, Cikita Dwi Kholishotunnur (24 tahun) langsung dibawa ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Fatimah Kraksaan karena mengalami gejala hendak melahirkan. Cikita pun akhirnya melahirkan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Fatimah Kraksaan.

Alumnus Akademi Kebidanan Bina Husada itu semula mengaku ragu dan takut mengikuti tes SKD karena sedang hamil tua dan sudah mengalami gejala-gejala hendak melahirkan.

''Sejak malam harinya sebelum pelaksanaan tes SKD saya sudah mengalami bukaan satu dan pada saat mengerjakan soal-soal terasa sakit perut, namun alhamdulillah soal-soal sudah selesai saya kerjakan,'' kata Cikita, yang melahirkan bayi laki-laki sehat dengan berat 2,85 kg.

Ads

Cikita berterima kasih kepada penyelenggara seleksi CPNS yang menyiagakan kursi roda dan ambulans untuk membantu kelahiran anak pertamanya.

''Kami bersama tim memang sudah mengantisipasi terjadinya kegawatdaruratan sejak jauh-jauh hari, karena itu tim medis sudah siaga di depan ruang tunggu dan ruang ujian selama ujian berlangsung, sehingga ketika ada peserta yang mengeluh sakit dan sejenisnya bisa segera tertangani,'' kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Probolinggo Doddy Nur Baskoro, Rabu (5/2).

''Bagi yang difabel dan ibu hamil sudah ada peralatan dan tim khusus, serta armada ambulans juga harus selalu stand by (siaga), sehingga dapat membantu kelancaran peserta mengikuti tes CPNS apabila terjadi kondisi yang darurat,'' katanya.

Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko mengapresiasi kesigapan seluruh personel Panitia Seleksi Daerah (Panselda) yang dalam membantu proses persalinan peserta CPNS.

''Alhamdulillah semua sehat dan normal, luar biasa perjuangannya, bahkan dalam kondisi hamil tua peserta itu tidak hanya berhasil menyelesaikan seluruh soal SKD dengan waktu yang lebih cepat, namun juga dengan skor yang memuaskan. Mudah-mudahan bisa lolos juga pada seleksi selanjutnya,'' katanya usai menjenguk Cikita di rumah sakit.

Tes SKD berlangsung delapan hari mulai 1 Februari hingga 8 Februari 2020 di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo. Tes diikuti oleh 5.808 peserta yang bersaing untuk mengisi 399 posisi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww