Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
Nasional
15 jam yang lalu
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
2
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
Kesehatan
23 jam yang lalu
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
3
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Umum
22 jam yang lalu
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
4
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
5
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
6
MPR: Protokol Kesehatan di Masa Transisi Wajib Dipatuhi
MPR RI
21 jam yang lalu
MPR: Protokol Kesehatan di Masa Transisi Wajib Dipatuhi

Virus Corona Kembali Renggut Jiwa di Korsel, Terinfeksi 346 Orang, Terbanyak di Luar China

Virus Corona Kembali Renggut Jiwa di Korsel, Terinfeksi 346 Orang, Terbanyak di Luar China
Petugas kesehatan membawa pasien yang terinfeksi virus corona dari ambulans ke Kyungpook National University Hospital di Daegu, Korea Selatan. (republika.co.id)
Sabtu, 22 Februari 2020 22:15 WIB
DAEGU - Kematian akibat virus corona kembali terjadi di Korea Selatan, Sabtu (22/2/2020). Dengan demikian Covid-19 sudah merenggut dua jiwa di Negeri Ginseng tersebut.

Dikutip dari Republika.co.id, sementara kasus terinfeksi baru dilaporkan 142, sehingga total terinfeksi secara nasional menjadi 346 orang. Besarnya jumlah terinfeksi virus corona di Korsel, menempatkan negara tersebut pada posisi tertinggi kasus virus corona di luar China.

Dua orang meninggal di Korsel adalah seorang perempuan berusia 50 tahunan yang dipindahkan dari Daegu ke Busan untuk pengobatan. Selain itu, satu pria berusia 63 tahun yang berada di rumah sakit Cheongdo.

Kasus-kasus di Korsel kini menjadi yang tertinggi kedua di luar China. Lonjakan kasus terjadi di sebuah rumah sakit di Cheongdo. Sebelumnya lonjakan serupa muncul di antara anggota gereja di kota Daegu.

Sebanyak 92 kasus ada kaitannya di rumah sakit di Cheongdo, sebuah kota di selatan yang terhubung dengan pusat keagamaan di gereja Daegu. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengatakan, sebagian besar pasien rumah sakit yang telah didiagnosis adalah mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Lebih dari 150 anggota Gereja Shincheonji Yesus kini telah terinfeksi. Infeksi dimulai dari seorang wanita berusia 61 tahun yang terserang demam pada 10 Februari tetapi menghadiri setidaknya empat layanan gereja di Daegu sebelum didiagnosis.

Wali Kota Daegu telah menyarankan penduduk setempat untuk tetap tinggal di dalam rumah. Sementara akses ke pangkalan militer utama AS di daerah tersebut telah dibatasi.

KCDC mengatakan sekitar 9.300 anggota Shincheonji di Daegu telah dikarantina atau diminta untuk tinggal di rumah. Pejabat kesehatan mengatakan, 544 orang diduga memiliki gejala mengidap virus korona.

Presiden Korsel Moon Jae-in menyerukan penyelidikan menyeluruh dari semua orang yang menghadiri upacara pemakaman dan anggota gereja Shincheonji. Pemerintah pusat juga telah mendeklarasikan kota Daegu dan Cheongdo sebagai ''zona manajemen khusus''.

Perdana Menteri Chung Sye-kyun mengatakan wilayah itu akan didukung oleh tenaga medis, tempat tidur dan peralatan serta kabinet pemerintahan yang akan bertemu tiga kali seminggu untuk membahas wabah tersebut. Pihak berwenang di Seoul melarang demonstrasi di tiga lokasi utama dengan alasan kesehatan dan keselamatan.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww